Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Catat! Gubernur Koster Minta Universitas Terbuka Denpasar Terlibat Program Satu Keluarga Satu Sarjana

Marsellus Nabunome Pampur • Kamis, 3 Juli 2025 | 21:05 WIB
 
Persemian gedung baru dilakukan pada Rabu (2/7) lalu.
Persemian gedung baru dilakukan pada Rabu (2/7) lalu.
 
Radarbuleleng.jawapos.com- Gedung baru dari kampus Universitas Terbuka Denpasar secara resmi mulai digunakan pada Rabu kemarin (2/7).
 
Peresmian gedung baru ini dihadiri dan dilakukan gunting pita secara langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dan didampingi oleh Rektor Universitas Terbuka Denpasar, Mohamad Yunus.
 
Peresmian itu juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari universitas lain yang ada di Bali dan tamu undangan lainnya.
 
Dalam kesempatan itu, Rektor Universitas Terbuka Denpasar Mohamad Yunus menjelaskan, lahan yang digunakan untuk mendirikan bangunan baru tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali.
 
Gedung baru berlantai tiga itu, kata dia, ke depannya akan menunjang kepentingan perkuliahan mahasiswa yang kini berjumlah kurang lebih 15.681 di seluruh Indonesia.
 
”UT (Universitas Terbuka) Denpasar sekarang 15.681 mahasiswa 
Prodi andalan adalah management, akutansi dan hukum. Dan S2 adalah MHP administrasi publik. Kami sudah difalistasi tanah dari Pemprov (Bali)," katanya kepada awak media usai peresmian, Rabu (2/7).
 
Yunus menjelaskan, bahwa saat ini Universitas Terbuka Denpasar memberikan beasiswa kepada kurang lebih 214 mahasiswa.
 
Beasiswa tersebut didapat para mahasiswa melalui beberapa jalur. Mulai dari jalur Kartu Indonesia Pintar, CSR dari Bank Bumn yang menjadi mitra UT Denpasar, beasiswa jalur prestasi akademik, hingga beasiswa yang diberikan oleh para alumni UT Denpasar.
 
Yunus juga tak menampik jika UT Denpasar akan memberlakukan biaya murah untuk mahasiswa.
 
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan bahwa dirinya berharap Universitas Terbuka Denpasar bisa turut serta membantu pemerintah Provinsi Bali dalam memberikan kuliah gratis bagi keluarga tak mampu.
 
Koster berharap agar Universitas Terbuka bisa mengratiskan biaya kuliah bari lebih dari 200 mahasiswa kurang mampu di Bali.
 
Hal ini merupakan bagian dari program kerjanya yakni satu keluarga satu sarjana.
 
Koster meminta semua perguruan tinggi di Bali, baik yang negeri atau pun swasta bisa memberikan sumbangsihnya mendukung program ini.
 
Sejauh ini, menurut dia sudah ada lebih dari 20 kampus negeri dan swasta di Bali yang terlibat.
 
Selain kuliah gratis, skema biaya murah seperti Rp500 ribu per semester juga berpeluang untuk diterapkan bagi keluarga kurang mampu di Bali.
 
”Itu kita bisa pakai juga. Untuk perguruan tinggi swasta juga saya minta kontribusinya. Digratisnya dia kuliah di situ untuk program studi apa saja. Kemudian untuk kehidupan bulanan seperti kos ditanggung oleh APBD provinai Bali. Akan mulai dijalankan di bulan Agustus. Kalau bisa tahun ini bisa menjangkau 3.000 (mahasiswa)," pungkasnya. 
 
Sementara itu, dalam peresmian gedung baru tersebut, juga dilakukan penandatanganan nota kerjasama antara Universitas Terbuka Denpasar dengan Bank BPD Bali.***
Editor : Donny Tabelak
#Pemprov Bali #universitas terbuka denpasar #gubernur bali #Bank BPD Bali #wayan koster #sarjana