Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cok Ace: Pembangunan Bandara Baru Perlu Kajian Sosial dan Budaya

Marsellus Nabunome Pampur • Kamis, 10 Juli 2025 | 17:05 WIB
Kondisi terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai beberapa waktu lalu.
Kondisi terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai beberapa waktu lalu.
 
Radarbuleleng.jawapos.com- Mantan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace menyebut bahwa Bali memang memerlukan adanya tambahan airport di Bali.
 
Hal ini guna menunjang semakin banyaknya kunjungan wisatawan baik asing maupun domestik ke Pulau Bali.
 
Kendati demikian, untuk menentukan lokasi bandara berada di wilayah mana menurut dia masih perlu adanya kajian.
 
”Untuk menentukan di mana (lokasi) di utara atau selatan, tentu memerlukan kajian lebih banyak," katanya ditemui di Badung beberapa hari lalu.
 
Lanjut dia, kajian yang diperlukan mancakup beberapa kajian utama seperti kajian budaya dan kajian sosial.
 
Menurut dia kajian ini sangat perlu dilakukan mengingat guna mengantisipasi dampak-dampak yang ditimbulkan.
 
”Terutama kajian sosial budaya. Kalau investasi kita bisa hitung, tapi bagaimana dampak sosial budayanya. Saya kira itu kita perlu pikirkan lebih awal," ujarnya.
 
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali ini melanjutkan bahwa ada pula kajian yang diperlukan dari sektor lain.
 
Misalnya kajian faktor penunjang, seperti apa infrastruktur yang diperlukan untuk menunjang pembangunan bandara baru tersebut. 
 
”Yang kedua kelengkapan lainnya, misalnya bagaimana pembangunan infrastruktur daratnya. Saya kira perlu ada tahap-tahapnya terlebih dulu sebelum kita memutuskan," bebernya.
 
Menurut dia, Bali sejauh ini masih bisa menampung wisatawan yang berkunjung. 
 
Namun pengembangan daerah lain selain Bali selatan sangat diperlukan sebagai bentuk pemerataan sektor pariwisata, maka seharusnya melihat potensi yang ada di wilayah tersebut.
 
”Kalau pun kita mengembangkan beberapa wilayah di Bali, tentu kita tidak menduplikat apa yang sukses di Bali selatan. Kita juga harus melihat potensi dan karakter wilayah masing-masing," pungkas pria kelahiran 23 Agustus 1957 ini. ***
Editor : Donny Tabelak
#PHRI Bali #gubernur bali #bandara baru #bandara ngurah rai #cok ace #Tjokorda Oka Artha Ardhana