Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Waspada! Ternak Mati Mendadak di Jembrana, Diduga Terpapar PMK

Muhammad Basir • Rabu, 23 Juli 2025 | 13:52 WIB

 

CEGAH PMK: Petugas kesehatan hewan melakukan sosialisasi kepada peternak untuk mencegah penyebaran PMK di Jembrana.
CEGAH PMK: Petugas kesehatan hewan melakukan sosialisasi kepada peternak untuk mencegah penyebaran PMK di Jembrana.

RadarBuleleng.id – Para peternak di Kabupaten Jembrana, Bali, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Tiga ekor ternak dilaporkan mati mendadak di Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, dalam waktu yang nyaris bersamaan. 

Gejala yang muncul pada hewan-hewan tersebut diduga kuat mengarah pada infeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana langsung turun ke lokasi untuk mengecek kondisi lapangan dan mengumpulkan data dari warga. 

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, membenarkan temuan tersebut.

"Awalnya kami menerima laporan tentang sapi sakit, lalu warga juga menyampaikan ada  hewan ternak yang mati mendadak," jelasnya, Selasa (22/7/2025).

Dari laporan peternak, dua ekor sapi dan satu ekor kerbau ditemukan mati. Sayangnya, bangkai hewan sudah dipindahkan sebelum tim dokter hewan tiba, sehingga tidak memungkinkan dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

Namun, berdasarkan keterangan warga, hewan yang mati sempat menunjukkan gejala khas PMK yakni penurunan nafsu makan dan luka di area hidung. 

Menyikapi temuan tersebut, petugas langsung menyarankan pengobatan lanjutan serta penyemprotan disinfektan di area kandang.

Tak hanya itu, Dinas Pertanian juga memberikan vitamin kepada ternak di sekitar lokasi, menyemprotkan disinfektan, dan membagikan obat pengusir lalat untuk mencegah penularan lebih lanjut.

“Selain tiga ternak yang mati, kami mendata ada 48 ekor sapi dan kerbau yang menunjukkan gejala sakit ringan. Tapi setelah diberikan penanganan, kondisinya sudah mulai membaik,” ungkap Sugiarta.

Sebagai langkah pencegahan lanjutan, dinas telah merencanakan pelaksanaan vaksinasi PMK di kawasan terdampak.

Ia pun mengingatkan pentingnya peran aktif peternak dalam menjaga kesehatan hewan dan kebersihan lingkungan kandang. 

"Pencegahan harus dimulai dari disiplin peternak sendiri. Kebersihan kandang dan pemantauan rutin sangat penting untuk mencegah wabah," katanya.

Untuk diketahui, wabah PMK sempat mengguncang Bali pada 2022 lalu. Ribuan ternak terinfeksi, sebagian besar harus dijagal paksa. 

Setelah tiga tahun mereda, awal 2025 ini muncul laporan kasus PMK di Banyuwangi, Jawa Timur. Kematian mendadak ternak di Jembrana pun menjadi sinyal serius bahwa PMK bisa kembali menghantui Bali. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pmk #kandang #hewan #disinfektan #sapi #jembrana #peternak #pertanian #Penyakit Mulut dan Kuku #ternak #hewan ternak #dokter hewan #kerbau