Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Koster Janji Bangun Penggilingan Padi dan Pabrik Pakan Ternak di Tahun 2027

Juliadi Radar Bali • Rabu, 23 Juli 2025 | 14:11 WIB
Gubernur Bali, Wayan Koster
Gubernur Bali, Wayan Koster

RadarBuleleng.id – Gubernur Bali, Wayan Koster memastikan, Bali akan memiliki fasilitas penggilingan padi skala besar atau Rice Milling Unit (RMU) dan pabrik pakan ternak.

Pembangunan fasilitas itu akan dilakukan paling lambat pada tahun 2027 mendatang. Rencananya fasilitas tersebut akan dibangun di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.

“Paling lambat kajian rampung tahun 2026, dan pembangunan bisa dimulai 2027. Itu sudah kita targetkan,” tegas Koster saat mengunjungi Tabanan, belum lama ini.

Menurutnya, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya sedang merancang konsep pembangunan dua pabrik tersebut sebelum diajukan ke Pemerintah Provinsi Bali.

“Sedang disusun oleh Bupati. Nanti akan kita evaluasi di provinsi,” ujarnya.

Koster berharap, RMU yang dibangun di Tabanan nantinya memiliki kapasitas produksi setara, atau bahkan lebih besar dari fasilitas serupa yang sudah ada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

Pembangunan ini merupakan bentuk dukungan Pemprov Bali terhadap Tabanan sebagai lumbung agribisnis Pulau Dewata.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Tabanan, I Gusti Made Darma Arianta mengungkapkan, bahwa proses kajian tengah dimatangkan. 

Kajian ini turut mengadopsi hasil studi tiru ke Banyuwangi, serta melibatkan akademisi dan Perumda Dharma Santhika yang direncanakan sebagai operator pabrik.

“Pabrik RMU dan pakan ternak akan memanfaatkan lahan milik Pemprov Bali di Desa Timpag seluas 10 hektare. Kebutuhan lahan operasional sekitar dua hektare, selebihnya digunakan untuk penunjang,” jelasnya.

Dari sisi pendanaan, pembangunan RMU diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 150 miliar, sementara pabrik pakan ternak mencapai Rp 300 miliar. 

Total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 450 miliar, yang rencananya akan diajukan melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali.

“Secara administratif prosesnya sudah berjalan. Sekarang tinggal memfinalisasi kajian teknisnya,” jelas mantan Camat Kerambitan ini.

Darma Arianta menambahkan, pihaknya akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah akhir pematangan kajian. 

Jika semua masukan telah dihimpun dan dokumen final, maka kajian akan diserahkan ke Bupati Tabanan untuk dibawa ke tingkat provinsi.

“Setelah disetujui bupati, nantinya akan ada pengantar resmi agar bisa diajukan ke Pemprov Bali,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#gubernur #bali #RMU #Pemprov Bali #Pakan #penggilingan padi #Rice Milling Unit #anggaran #koster #wayan koster #ternak #pabrik