Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cuaca Ekstrem di Selat Bali, Nelayan Pilih Parkir Perahu

Muhammad Basir • Jumat, 25 Juli 2025 | 13:38 WIB
PARKIR DULU: Nelayan di Desa Pengambangen, Jembrana, menambatkan perahu mereka di tepi pantai.
PARKIR DULU: Nelayan di Desa Pengambangen, Jembrana, menambatkan perahu mereka di tepi pantai.

RadarBuleleng.id – Cuaca ekstrem di perairan Selat Bali membuat mayoritas nelayan di Kabupaten Jembrana, Bali, memilih menepi. 

Sudah sebulan terakhir, aktivitas melaut menurun drastis. Hanya segelintir nelayan yang tetap nekat turun ke laut. Hasilnya kerap tak sebanding dengan risiko yang dihadapi.

Gelombang tinggi dan tiupan angin kencang menjadi ancaman utama. Bahkan saat cuaca tampak tenang di pesisir, kondisi bisa berubah drastis saat di tengah laut.

“Lebih baik istirahat dulu. Sekalian perbaiki jaring dan peralatan lainnya. Kalau dipaksakan, bisa rugi bahkan bisa taruhan nyawa,” ujar Aan, salah seorang nelayan asal Desa Pengambengan, Jembrana.

Selama masa ‘parkir paksa’ ini, banyak nelayan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki perahu, jaring, dan alat pancing. 

Harapannya, begitu cuaca membaik, mereka bisa kembali melaut dengan kondisi peralatan yang lebih optimal.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jembrana, I Made Widanayasa mengakui bahwa bulan Juli kerap menjadi masa paceklik bagi nelayan. Cuaca buruk menjadi penyebab utama penurunan produksi ikan dari wilayah Jembrana.

“Hanya sebagian kecil yang masih melaut. Itu pun hanya saat cuaca sedikit bersahabat, dan biasanya mereka hanya menjangkau area tangkap dekat,” jelasnya.

Widanayasa menambahkan, pada fase bulan purnama dan tilem, biasanya masih ada nelayan yang mencoba peruntungan di laut. Namun, aktivitas ini tidak bisa dilakukan secara rutin seperti saat kondisi normal.

Ia pun mengimbau seluruh nelayan agar tetap mengutamakan keselamatan. Bila terpaksa melaut, harus dengan persiapan matang dan peralatan keselamatan yang memadai.

“Cuaca seperti ini tidak bisa diprediksi. Jangan sampai karena ingin mengejar hasil, justru mempertaruhkan keselamatan,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #jaring #Melaut #nelayan #cuaca #selat bali #cuaca buruk #laut #jembrana #perahu #cuaca ekstrem