Heboh, Prostitusi Terselubung Berkedok Spa Menjamur di Bali, Ada Layanan Pijat Sensual oleh Tiga Terapis Sekaligus
Tim Redaksi• Sabtu, 2 Agustus 2025 | 14:08 WIB
Ilustrasi layanan spa plus plus
Radarbuleleng.jawapos.com– Praktik prostitusi terselubung berkedok layanan spa di Bali bak jamur di musim hujan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Spa berinisial F, yang sebelumnya sempat disegel aparat kepolisian lantaran terbukti menggelar praktik esek-esek.
Ironisnya, kini Spa F kembali beroperasi di Jalan Raya Sunset Road Kabupaten Badung.
Pantauan di lapangan, Spa F menawarkan berbagai paket pijat dengan tarif murah Rp 900 ribu, dan paling tinggi dan layanan yang mengundang tanda tanya. Salah satu yang paling menonjol adalah paket 'Firestorm'.
Paket tersebut menawarkan layanan pijat sensual oleh tiga terapis sekaligus, selama 60 menit, dengan tarif mencapai Rp 3,3 juta untuk ruang Jacuzzi.
Ada pula paket 'Volcano' dan 'Inferno' yang melibatkan lebih dari satu terapis dan diklaim sebagai 'layanan khusus pasangan'.
Selain Flame Spa, sejumlah spa lain juga diduga menjalankan praktik serupa. Di antaranya Spa berinisial T di Jalan Bypass Ngurah Rai Badung, yang kabarnya belum mengantongi izin operasional resmi namun tetap menerima pelanggan dengan berbagai pilihan layanan.
Sementara itu, Spa TM yang berlokasi di sebuah Kompleks Pertokoan di Denpasar Timur, juga disebut-sebut belum mengantongi izin.
Spa ini bahkan ditengarai mulai ramai beberapa bulan belakangan. Hasil investigasi Tim juga mengarah pada dua nama lainnya, yakni dua spa di kawasan Jalan Gunung Soputan, Denpasar, yang disebut belum memiliki izin lengkap, namun tetap beroperasi seperti biasa.
Sumber di lapangan menyebutkan bahwa praktik-praktik ini berlangsung dengan dalih layanan kebugaran, padahal isi layanannya pada sentuhan-sentuhan sensual yang mengarah ke prostitusi terselubung.
“Tentu ini mengkhawatirkan, apalagi bila tak memiliki izin resmi. Padahal banyak SPA lain yang justru berkontribusi kepada pemerintah dengan mengurus berbagai izin,” ujar salah satu sumber di lingkungan perizinan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari para pemilik spa tersebut.
Namun desakan dari berbagai elemen masyarakat agar dilakukan penertiban, mengingat dampaknya terhadap citra pariwisata Bali.***