Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kebakaran Sering Terjadi, Linmas dan Perangkat Desa Dilatih Padamkan Api

Juliadi Radar Bali • Minggu, 3 Agustus 2025 | 23:10 WIB
Suasana Linmas dan Perangkat Desa yang ada di di Desa Megati dan Desa Bantas Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan dilatih cara memadamkan api.
Suasana Linmas dan Perangkat Desa yang ada di di Desa Megati dan Desa Bantas Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan dilatih cara memadamkan api.
 
 
Radarbuleleng.jawapos.com– Sejumlah anggota perlindungan masyarakat (Linmas) serta para perangkat desa yang berada di Desa Megati dan Desa Bantas Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan dilatih cara memadamkan api.  
 
Disamping itu, latihan menangani peristiwa kebarakan itu dengan membuat inovasi untuk bisa mempercepat waktu respon dalam penanggulangan kebakaran.
 
Latihan dan inovasi menangani kebakaran itu terhadap Linmas dan Perangkat desa diberikan oleh Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Tabanan.
 
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran di Satpol PP Tabanan, I Wayan Suakta mengatakan melatih Linmas dan perangkat desa di dua kecamatan Selemadeg Timur ini untuk merealisasikan pembentukan Tim Desa Siaga Kebakaran (TDSK).
 
Dua desa di Kecamatan Selemadeg Timur yakni Megati dan Bantas dipilih sebagai lokasi proyek percontohan dari pembentukan TDSK tersebut.
 
“Tujuannya untuk mempersingkat respon time (waktu respon) penanganan kebakaran. Mengingat wilayah Tabanan yang begitu luas,” ungkapnya, Kamis (31/7).
 
Waktu respon itu sendiri, menurut Suakta, diawali sejak petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman saat terjadi kebakaran.
 
Bisa dikatakan, TDSK menjadi pihak yang diajak bersinergi saat terjadi suatu kebakaran di satu tempat.
 
Mereka yang ada di dalam tim itu dibekali keterampilan menangani kebakaran ringan atau penanganan awal sembari menunggu petugas Damkar tiba di lokasi kejadian.
 
“Mereka kami berikan edukasi juga dengan membuat mesin pemadam menggunakan mesin pompa untuk penanganan awal,” jelasnya.
 
Tidak hanya itu, mereka juga diajarkan membuat laporan awal dengan menggunakan teknologi GPS (Global Positioning System) di ponsel.
 
Termasuk jenis benda apa saja yang terbakar dan apa saja yang perlu dilakukan untuk menanggulangi kebakaran di tahap awal. 
 
Selain itu, posisi yang termuat ke dalam GPS itu akan menjadi informasi penting bagi tim Damkar untuk menyusuri lokasi kebakaran. Utamanya, kebakaran di wilayah pelosok.
 
Suakta menjelaskan, pembentukan TDSK ini sendiri merupakan tindak lanjut dari program Si Cepat Jaga Tabanan (Sinergitas Cepat Tanggap Kebakaran Terintegrasi Jaga Tabanan).
 
Dimana setiap linmas dan perangkat desa wajib mengetahui cara penanganan kebakaran. Mulai dari proses evakuasi hingga pemadaman api. 
 
Pihaknya menetapkan Desa Megati dan Bantas menjadi lokasi proyek percontohan dari pembentukan TDSK itu dengan pertimbangan waktu respon.
 
“Respon time maksimal 15 menit. Kebetulan Kecamatan Selemadeg Timur memenuhi nilai respon time itu dan kami putuskan locus (tempat proyek percontohan) ada di Desa Megati dan Bantas,” jelasnya.
 
Pembentukan tim ini juga didasari dengan frekuensi kebakaran yang semakin sering terjadi di Kabupaten Tabanan.
 
Di sisi lain, jumlah kendaraan maupun personel pemadam kebakaran juga terbatas.
 
Sesuai data, frekuensi kebakaran di Tabanan cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Ini disebabkan oleh berkembangnya jumlah penduduk yang berimbas pada bertambahnya jumlah rumah atau bangunan.
 
“Luas wilayah kan tetap. Tapi jumlah penduduk kan terus berkembang sehingga jumlah bangunan juga bertambah. Belum lagi faktor iklim. Kalau kemarau, kejadiannya bisa sampai seratus kebakaran. Kalau musim hujan, kurang dari itu (seratus),” tuturnya. 
 
Bila berdasarkan data, pada tahun 2023 tercatat sebanyak 146 kebakaran yang terjadi disusul pada 2024 tercatat sebanyak 101 kebakaran.
 
Sedangkan, sepanjang Januari hingga Juli 2025 ini tercatat sebanyak 36 kebakaran.
 
"Pembentukan TDSK di Desa Megati dan Bantas ini bisa diterapkan di masing-masing desa pada nantinya. Sehingga, keberadaan mereka bisa membantu upaya penanggulangan kebakaran di tingkat desa," pungkasnya.*** 
Editor : Donny Tabelak
#padamkan api #kebakaran #linmas #perangkat desa #damkar #selemadeg