Radarbuleleng.jawapos.com- Permasalahan sampah di Bali menjadi sorotan banyak pihak. Akhir-akhir ini menjadi pembicaraan di sosial media.
Bahkan, Istri Gubernur Bali Wayan Koster yakni Putri Suastini juga turut dikaitkan karena ikut berdebat dengan mereka yang berbeda pandangan di sosial media.
Menanggapi persoalan itu Wayan Koster akui itu permasalahan personal."Itu urusan personal," katanya di Wiswa Sabha Utama Senin kemarin (11/8).
Koster kemudian melanjutkan, jika orang suka membully harus siap juga mendapatkan perlakuan yang sama.
"Intinya kalau suka membully orang ya siap dibully, sudah gitu saja," tandasnya.
Seperti diketahui, masyarakat Bali disuguhkan perdebatan mengenai penanganan sampah.
Mereka yang berdebat adalah tokoh atau pesohor, seperti I Gusti Putu Artha yang merupakan mantan KPU RI yang juga sempat menjadi kader NasDem.
Ada juga Gede Pasek Suardika mantan Anggota DPR RI turut mengkritisi penutupan TPA Suwung.
Mereka menanggapi kebijakan penanganan sampah yang dianggap tidak solutif karena penanganan sampah tanggung jawab pemerintah sesuai dengan UU 18/2008 tentang pengelolaan sampah.
Pada pasal 5 di UU tersebut menegaskan, pemerintah dan pemerintah daerah bertugas menjamin pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan.
Sedangkan yang terjadi di Bali tiada solusi penanganan sampah, justru melempar ke masyarakat menjadi tanggung jawab sendiri. Pemerintah meminta lakukan pengolahan sampah berbasis sumber.***
Editor : Donny Tabelak