Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

TPA Suwung Tutup, DPRD Minta Penanganan Sampah di Badung Lebih Taktis

Made Dwija Putera • Jumat, 15 Agustus 2025 | 18:01 WIB

 

CEK PENGELOLAAN SAMPAH: Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa (tengah) mengecek salah satu TPST di Badung.
CEK PENGELOLAAN SAMPAH: Bupati Badung, Wayan Adi Arnawa (tengah) mengecek salah satu TPST di Badung.

RadarBuleleng.id - Penanganan sampah di Kabupaten Badung, Bali, kembali menjadi sorotan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung.

Apalagi, imbas penutupan TPA Suwung, aktivitas pembuangan sampah di Kabupaten Badung juga ikut tersendat.

Rapat tersebut berlangsung di Ruang Sidang Utama Gosana DPRD Badung pada, Kamis (14/8/2025). Rapat dipimpin Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti.

Dalam rapat tersebut, DPRD Badung membahas sejumlah masalah. Salah satu yang mencuat adalah strategi pengelolaan sampah.

Bupati Badung, Wayan  Adi Arnawa mengklaim pihaknya akan menambah 10 unit incinerator baru di tahun 2026. Incinerator ini akan dimanfaatkan untuk TPST baru skala kecamatan.

"Saat ini kami sudah memanfaatkan 8 unit incinerator dan di tahun anggaran 2026 akan ditambah lagi 10 unit dengan kapasitas 12 ton per hari," jelasnya.

Pemkab Badung juga mendorong masyarakat untuk melakukan pengolahan sampah berbasis sumber melalui regulasi dan sosialisasi pemilahan wajib di rumah tangga. 

Lokasi usaha dan destinasi wisata juga ditargetkan bisa mengurangi timbulan organik hingga 50 persen. Sehingga volume sampah di Badung bisa berkurang lebih dari 600 ton/hari.

Adi Arnawa juga mengklaim akan melakukan penguatan untuk TPS3R dan TPST, dengan revitalisasi fasilitas di seluruh desa/kelurahan. 

Pemerintah juga akan mengoptimalkan TPST Mengwitani dan TPST Kuta Tuban dengan kapasitas hingga 200 ton/hari.

Sementara itu Anom Gumanti menyebut, Adi Arnawa telah memaparkan skema penanganan sampah yang dinilai lebih taktis. Ia berharap langkah tersebut segera diimplementasikan. 

“Kalau ini berjalan sesuai rencana, saya kira masalah sampah di Badung bisa berkurang,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi datangnya angin barat, yang kerap membawa tumpukan sampah ke pesisir pantai barat Badung. 

“Kalau angin barat datang, biasanya sampah menumpuk di pantai. Jadi penanganannya harus cepat dan tepat,” tegasnya.

Anom Gumanti yang juga politisi PDI Perjuangan itu menilai TPST Mengwi menjadi kunci dalam mengatasi sampah di Badung, terutama di wilayah selatan yang merupakan pusat pariwisata. 

“Badung Selatan ini resistensinya tinggi terhadap sampah. TPST dan TPS3R yang ada perlu dimaksimalkan, bahkan kalau perlu di-merger untuk mempercepat penanganan,” katanya.

Anom juga mendorong kolaborasi dengan desa adat, sesuai Perda Provinsi Bali tentang pengelolaan sampah berbasis sumber. 

“Perlu dikomunikasikan dengan desa adat, apakah bentuknya teba modern atau model lain yang sesuai,” ungkapnya.

Menurutnya, teba modern efektif untuk Badung Utara, sementara wilayah selatan dan kawasan perumahan memerlukan pendekatan berbeda. Ia menegaskan perlunya memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, seperti incinerator, TPST, dan TPS3R, agar pengelolaan sampah di Badung lebih optimal. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #Incinerator #dprd #revitalisasi #tpst #Pemilahan #badung #sampah #tpa suwung