Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Koster Temui Ojol Bali, Minta Massa Hentikan Aksi Demo

Eka Prasetya • Minggu, 31 Agustus 2025 | 18:33 WIB

 

DENGARKAN ASPIRASI: Pertemuan antara driver ojek online (ojol) dengan Gubernur Bali, Wayan Koster.
DENGARKAN ASPIRASI: Pertemuan antara driver ojek online (ojol) dengan Gubernur Bali, Wayan Koster.

RadarBuleleng.id - Gubernur Bali Wayan Koster menerima perwakilan pengemudi ojek online (ojol) di Jayasabha Denpasar, Sabtu (30/8/2025) malam. 

Pertemuan tersebut digelar setelah aksi demonstrasi yang sebelumnya berlangsung di sejumlah titik di Denpasar.

Dalam forum itu, Koster hadir bersama jajaran Forkopimda Bali, di antaranya Pangdam IX/ Udayana, Kapolda Bali, Kepala Kejati Bali, Danrem Wirasatya, Kabinda Bali, Danlanal serta Danlanud. 

Sementara para driver ojek online (ojol) yang hadir dalam pertemuan itu hanya mitra dari aplikasi Gojek. Sementara ojol yang merupakan mitra dari aplikasi Grab, Shopee, dan Maxim tidak terlihat.

Dalam pertemuan itu Koster berjanji dirinya akan mendengar langsung aspirasi para pengemudi ojol.

“Saya mengikuti perkembangan dari kemarin sampai hari ini, terutama terkait demonstrasi di depan Mapolda Bali, DPRD Bali, dan titik lain. Saya hadir untuk mendengar apa yang ingin disampaikan kawan-kawan,” kata Koster.

Dalam kesempatan itu, Koster menyampaikan empati atas aksi solidaritas yang ditunjukkan ojol Bali terhadap insiden di Jakarta pada Kamis (28/8/2025) malam. Insiden tersebut menewaskan seorang pengemudi ojol dalam demonstrasi yang berakhir ricuh.

Namun, menurut Koster, solidaritas yang sudah dilakukan di Bali sebaiknya tidak dilanjutkan dengan aksi turun ke jalan.

“Menurut saya, rasa solidaritas yang disampaikan kawan-kawan di Bali ini sudah cukup. Jangan demo-demo lagi,” tegasnya.

Koster mengingatkan bahwa aksi demonstrasi rawan ditunggangi oleh provokator. Hal tersebut berpotensi membuat situasi semakin kacau dan merugikan masyarakat, termasuk pengemudi ojol sendiri.

Koster menyebut ada 25 orang yang ditangkap polisi terkait aksi demo tersebut. “Kalau sudah disusupi, eskalasi bisa meluas, kita semua rugi,” jelasnya.

Lebih jauh, Koster mengajak masyarakat, khususnya para pengemudi ojol, untuk menjaga suasana tetap kondusif. 

“Kita harus tetap tenang, tidak mudah tersulut emosi. Bali ini hidup dari pariwisata, jadi harus dijaga bersama,” ujar Koster.

Perwakilan komunitas Gojek Bali, I Dewa Gede Suryadharma, menegaskan bahwa aksi demo di Denpasar semata-mata bentuk solidaritas terhadap rekan sesama ojol di Jakarta.

“Kami minta agar Bapak Gubernur mengayomi kami. Kami memiliki solidaritas tinggi terhadap sesama driver di seluruh Indonesia. Aspirasi ini kami sampaikan agar bisa diteruskan kepada instansi terkait,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Gojek Bali-Nusra, Wisnu Darma Narandika, menuturkan bahwa pihaknya sejak awal sudah mengimbau mitra driver untuk tidak ikut aksi demo. 

Melalui aplikasi, Gojek meminta agar driver yang ingin menyampaikan aspirasi tetap menjaga ketertiban dan tidak mencoreng nama baik ojol di Bali.

“Kami minta, jangan sampai karena ulah satu-dua orang, nama baik driver ojol atau Gojek di Bali menjadi tercoreng,” tandas Wisnu. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#gubernur #bali #aspirasi #ojek online #ojol #demonstrasi #koster #wayan koster #driver #gojek #dprd bali