RadarBuleleng.id - Di tengah ketatnya pengawasan di Pelabuhan Gilimanuk, pintu masuk utama Pulau Bali, tujuh remaja yang mengaku sebagai anak punk justru berhasil menyeberang tanpa membawa kartu identitas.
Anehnya, meski tanpa KTP dan tanpa bekal, mereka tetap bisa membeli tiket kapal feri hanya bermodalkan nama dan tanggal lahir.
Namun perjalanan mereka tak berlangsung lama. Warga sekitar melaporkan adanya sekelompok remaja mencurigakan nongkrong di kawasan wisata Teluk Gilimanuk.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, bersama tim gabungan yang terdiri atas Kasi Trantib, Bhabinkamtibmas, Ketua RT, hingga Linmas langsung turun ke lokasi.
Ketujuh remaja itu terdiri dari empat perempuan dan tiga laki-laki, seluruhnya masih berusia antara 15–16 tahun.
“Kami mendapat laporan dari RT yang melihat sekelompok remaja mencurigakan di sekitar Waterbee,” ujar Tony.
Setelah diamankan, mereka dibawa ke pos pemeriksaan KTP. Karena masih di bawah umur dan tidak memiliki bekal, pihak kelurahan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memulangkan mereka.
Tony menegaskan, langkah ini dilakukan demi menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Gilimanuk.
Saat pemeriksaan, para remaja itu mengaku datang dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga Yogyakarta, seperti Jember, Sidoarjo, Gresik, dan Jogja.
Mereka menumpang truk secara estafet hingga tiba di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, karena tidak memiliki ongkos.
Anehnya mereka tetap bisa menyeberang, meski tidak menyodorkan kartu identitas saat membeli tiket penyeberangan Selat Bali.
Menurut pengakuan mereka, tiket penyeberangan bisa dibeli di loket hanya dengan menyebut nama dan tanggal lahir.
“Mereka mengaku cukup menyebut nama dan tanggal lahir saat membeli tiket,” terang Tony.
Setelah menyeberang, mereka keluar lewat jalur penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Gilimanuk. Dengan cara itu, mereka tak melewati pos pemeriksaan KTP di Terminal Gilimanuk.
“Mereka mengaku keluar pelabuhan dengan berjalan kaki seperti penumpang biasa, bukan lompat pagar,” tambahnya.
Begitu tiba di Gilimanuk, kelompok ini langsung menuju taman Patung Siwa Teluk Gilimanuk sebelum akhirnya diamankan petugas.
Mengingat usia mereka yang masih belia, Satpol PP, Linmas, dan TNI AL mengawal mereka kembali ke Pelabuhan Ketapang.
“Ini langkah preventif agar situasi Gilimanuk tetap kondusif,” kata Tony.
Kasus ini bukan yang pertama. Sebelumnya, juga ditemukan orang tanpa identitas yang lolos dari screening Gilimanuk. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya