RadarBuleleng.id – Hujan lebat kembali mengguyur Denpasar dan Badung pada Minggu (14/9/2025) malam hingga Senin (15/9/2025) pagi, memicu kekhawatiran masyarakat akan terulangnya banjir besar.
Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menegaskan, penyebab banjir bukan faktor tunggal cuaca hujan.
Ia menyebut banjir merupakan kombinasi sejumlah faktor. Selain curah hujan ekstrem, saluran drainase tersumbat, hingga persoalan tata ruang.
Menurutnya, hujan yang terjadi pekan lalu sangat ekstrem. Bahkan hujan setara sebulan, turun dalam waktu semalam.
“Tapi bukan itu saja penyebabnya. Drainase harus dipastikan bersih dari sampah, normalisasi sungai diperkuat, tanggul diperhatikan, termasuk evaluasi tata ruang pembangunan serta penguatan sistem peringatan dini,” ujar Teja.
Akibat hujan yang terjadi pada Minggu malam hingga Senin pagi, BPBD Bali mencatat ada lima titik genangan cukup tinggi di Denpasar, yakni Renon, Jalan Panjaitan, Monang-Maning, Jalan Gajah Mada, dan Pasar Kreneng.
Teja menekankan mitigasi dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota dengan memperkuat vegetasi di hulu dan mendorong masyarakat lebih peduli lingkungan.
“Kesadaran masyarakat penting. Sampah jangan dibuang ke sungai, lebih banyak menanam bambu juga bagus untuk penahan erosi,” jelasnya.
Terkait bangunan ruko di Jalan Sulawesi yang berada di bantaran sungai, Teja menegaskan akan dievaluasi sesuai tata ruang.
“Pemkot Denpasar sudah melakukan langkah evaluasi, tinggal strategi penataan yang diperkuat,” tambahnya.
Hingga kini, BPBD mencatat dampak banjir yang terjadi pada pekan lalu menyebabkan 17 orang meninggal, 295 orang warga masih mengungsi, serta 187 bangunan rusak.
Kini masih ada tiga posko pengungsian utama yang aktif. Posko tersebar di Cokroaminoto, Dauh Puri Kaja, Jalan Sutomo, dan Balai Masyarakat Pemaksa Jero Batu Sri.
“Ahli waris korban meninggal menerima santunan Rp 45 juta, masing-masing Rp15 juta dari Pemprov, Pemkab, dan pemerintah pusat,” jelas Teja.
Sementara itu, tim gabungan masih mencari lima korban hilang. Seorang korban ditemukan di Denpasar pada Senin pagi.
“Belum dinyatakan meninggal, masih dicari sambil diidentifikasi,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya