Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Koster Evaluasi Pelayanan Bandara Ngurah Rai, Targetkan Wisata Bali Lebih Berkualitas

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 24 September 2025 | 17:57 WIB

 

CEK BANDARA: Gubernur Bali, Wayan Koster (tengah) saat mengecek Bandara Ngurah Rai.
CEK BANDARA: Gubernur Bali, Wayan Koster (tengah) saat mengecek Bandara Ngurah Rai.

RadarBuleleng.id - Gubernur Bali, Wayan Koster kembali turun tangan mengevaluasi pelayanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Senin (22/9/2025). 

Menurutnya, bandara tersebut merupakan gerbang utama keluar masuk wisatawan domestik maupun mancanegara ke Pulau Bali.

Rapat evaluasi ini menjadi tindak lanjut pertemuan sebelumnya pada Sabtu (23/8/2025), di mana Koster menyoroti sejumlah masalah krusial. 

Mulai antrean panjang di imigrasi, lemahnya pengawasan orang asing, hingga lamanya proses pengambilan bagasi yang bisa mencapai 1–1,5 jam. 

Keluhan lain yang juga mencuat adalah conveyor belt yang lambat dan kerap kotor, serta pelayanan informasi yang dinilai belum optimal.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab mengatakan, pihaknya tengah menjalankan program optimalisasi terminal untuk menunjang kegiatan operasional dan komersial. 

Penertiban agen transportasi yang mengganggu penumpang juga sudah dilakukan, disertai rencana pertemuan rutin dengan mitra transportasi darat agar lebih tertib dalam menawarkan jasa.

Dukungan terhadap penerapan Pungutan Wisatawan Asing (Tourist Levy Bali) juga terus diperkuat. 

Saat ini sudah tersedia standing banner di area kedatangan internasional, serta pengumuman dalam bahasa Indonesia dan Inggris. 

Ke depan, akan ditambahkan pengumuman dalam bahasa Mandarin untuk mengakomodasi wisatawan asal Tiongkok.

Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, Cecep Kurniawan mengatakan, perluasan koridor terminal dan pembangunan connecting gate internasional tengah digarap dengan konsep green airport berpadu nuansa budaya Nusantara. 

Optimalisasi terminal juga mencakup perbaikan toilet, peningkatan kebersihan, penambahan counter check-in, dan penyediaan counter khusus PWA.

Dari sisi pelayanan, Bea Cukai Ngurah Rai menargetkan pada November 2025 sudah tersedia jalur khusus bagi penumpang yang belum mengisi Electronic Customs Declaration (ECD). Jumlah personel pun ditambah untuk membantu pengisian form agar antrean lebih lancar.

Sementara itu, Kepala Imigrasi Ngurah Rai, Winarko menyebut strategi utama untuk mengurai antrean pada jam sibuk adalah memaksimalkan fungsi autogate

“Proses pemeriksaan bisa berlangsung kurang dari satu menit, sehingga sangat efektif mempercepat arus penumpang,” jelasnya.

Tak hanya itu, JAS Airport Services selaku penyedia ground handling juga menambah personel agar penanganan bagasi lebih cepat dan efisien. Langkah ini diharapkan memangkas waktu tunggu penumpang di conveyor belt.

“Kami ingin mewujudkan pariwisata yang berkualitas. Wisatawan yang datang ke Bali juga harus berkualitas. Karena itu, kita semua harus punya tujuan yang sama untuk Bali,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#gubernur #bali #tourist levy #koster #wayan koster #bandara #conveyor belt #evaluasi #penumpang #transportasi #wisatawan asing #ngurah rai #wisatawan