Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Duh! Balita di Karangasem Digigit Anjing Liar, Dahi Terluka hingga Jalani Enam Jahitan

Zulfika Rahman • Senin, 6 Oktober 2025 | 22:28 WIB

 

Ilustrasi, kasus rabies di kabupaten Karangasem Bali naik.
Ilustrasi, kasus rabies di kabupaten Karangasem Bali naik.

RadarBuleleng.id – Warga Banjar Dinas Pekandelan, Desa Culik, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, digegerkan insiden tragis yang menimpa seorang balita berusia tiga tahun berinisial IGWP. 

Anak laki-laki itu menjadi korban gigitan anjing liar saat duduk di teras rumahnya, Sabtu (4/10/2025) pagi.

Kelian Banjar Dinas Pekandelan, I Ketut Wista mengatakan, peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba tak lama setelah sang anak bangun tidur. 

“Habis minum, anak ini duduk di teras rumah. Tiba-tiba datang seekor anjing dan langsung menggigit bagian dahinya,” ujar Wista.

Jeritan IGWP membuat keluarganya panik. Sementara anjing yang menggigit langsung kabur dan hingga kini belum ditemukan. 

Wista menuturkan, keluarga korban dengan cepat membawa balita itu ke Puskesmas Abang untuk mendapatkan perawatan medis awal.

“Di Puskesmas korban langsung diberi Vaksin Anti Rabies (VAR). Karena lukanya cukup serius dan berada di bagian sensitif, ia kemudian dirujuk ke RSUD Karangasem,” jelasnya.

Di rumah sakit, tim medis memberikan Serum Anti Rabies (SAR) dan melakukan penjahitan di bagian dahi korban. 

Total terdapat enam jahitan yang harus dijalani IGWP sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Meski sudah membaik, korban tetap diwajibkan menjalani kontrol rutin.

Sampai saat ini, anjing yang menggigit korban belum berhasil ditemukan. Karena itu, status rabies pada hewan tersebut belum bisa dipastikan.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskeswan Karangasem, I Ketut Suardita menyebut pihaknya belum menerima laporan resmi dari keluarga korban. Namun, ia memastikan tindakan medis terhadap korban sudah sesuai prosedur.

“Kami akan segera turun ke lokasi. Untuk memastikan apakah anjingnya rabies atau tidak, harus ditangkap lebih dulu untuk diambil sampelnya,” tegas Suardita.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap keberadaan anjing liar dan segera melapor jika menemukan hewan yang menunjukkan gejala rabies. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#karangasem #bali #balita #puskesmas #culik #panik #abang #tragis #Vaksin Anti Rabies #anjing #anjing liar #rabies #var #anak #serum