RadarBuleleng.id - Sebulan berlalu sejak dilanda banjir bandang pada 12 September 2025, aktivitas perdagangan di Pasar Badung, Denpasar, Bali, memang telah kembali ramai.
Namun, masalah kelistrikan di pasar tradisional terbesar di Bali ini dilaporkan masih bermasalah.
Panel listrik utama yang terendam banjir mengalami kerusakan parah, dan pemulihan total masih terhambat biaya perbaikan yang fantastis.
Hingga pertengahan Oktober 2025, pasokan listrik di Pasar Badung masih bergantung pada genset.
Hal tersebut menyebabkan daya listrik yang tersedia sangat terbatas dan hanya diprioritaskan untuk penerangan (lampu).
Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadharma Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata mengakui bahwa listrik belum dapat digunakan untuk kebutuhan daya besar.
Banyak pedagang, terutama yang menjual daging, buah, dan sayuran, tidak dapat menggunakan freezer atau showcase.
Hal tersebut memaksa mereka membatasi jumlah stok barang dagangan yang dibawa ke pasar atau terpaksa membawa barang rentan busuk pulang kembali.
Keterbatasan daya listrik juga menghambat berbagai aktivitas, meskipun secara umum kegiatan jual beli sudah berangsur pulih.
Penyebab utama dari masalah listrik di Pasar Badung adalah kerusakan parah pada panel listrik utama yang terletak di basement (pasar yang sempat terendam air banjir.
Perumda Pasar Sewakadharma saat ini masih dalam tahap pengkajian untuk menentukan vendor perbaikan.
Biaya yang ditawarkan oleh vendor untuk perbaikan panel ini terbilang fantastis. Berdasarkan laporan, penawaran perbaikan berkisar antara Rp 1,7 miliar hingga Rp 3,7 miliar.
Awalnya, terdapat kesalahan pencantuman nominal yang menyebutkan biaya perbaikan mencapai Rp 37 miliar, Namun kembali di koreksi angka tersebut menjadi Rp 3,7 miliar.
Karena membutuhkan anggaran yang besar dan merupakan bagian dari pengadaan, proses perbaikan ini memerlukan tahapan yang panjang.
Sejak awal Perumda Pasar sudah berupaya berkoordinasi dengan PLN dan BPBD agar biaya perbaikan bisa ditekan.
Namun kerusakan panel listrik merupakan tanggung jawab Perumda Pasar sebagai pelanggan Tegangan Menengah (TM).
Sebagai alternatif jangka pendek, pihak pasar juga tengah mempertimbangkan opsi pemasangan listrik sementara dari PLN dengan biaya sekitar Rp 500 juta untuk periode enam bulan.
Opsi ini akan diambil jika perbaikan panel listrik utama sangat mendesak sambil menunggu proses pengadaan dilakukan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya