RadarBuleleng.id - Penolakan terhadap rencana pembangunan Terminal Khusus LNG (Liquefied Natural Gas) di pesisir Desa Sidakarya, Denpasar, Bali, terus bergulir.
Kali ini suara keberatan datang dari tokoh pariwisata Sanur, yang menilai proyek tersebut berpotensi mengancam masa depan kawasan wisata bersejarah itu.
Ketua PHRI Denpasar sekaligus Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gede Sidharta Putra atau akrab disapa Gusde, menegaskan penolakannya terhadap rencana terminal LNG tersebut.
Ia khawatir keberadaan infrastruktur energi itu akan menimbulkan dampak sosial, budaya, dan lingkungan yang serius bagi masyarakat Sanur.
“Wisatawan datang ke Sanur untuk menikmati keindahan pantai, ketenangan, dan keramahan masyarakatnya. Kalau nanti berdiri kilang gas, apa yang tersisa dari keindahan itu? Bagaimana dengan risiko pencemaran laut?” ujar Gusde.
Menurutnya, pantai Sanur memiliki makna lebih dari sekadar destinasi wisata. Kawasan ini juga menjadi ruang spiritual dan sosial bagi masyarakat lokal.
“Pantai Sanur itu multifungsi — tempat upacara agama, rekreasi warga lokal, hingga kegiatan wisatawan mancanegara. Kalau lingkungan pantainya berubah, semua ekosistem sosial dan budaya ikut terganggu,” jelasnya.
Gusde menambahkan, sektor pariwisata di Sanur saat ini baru saja bangkit pascapandemi Covid-19.
Tingkat hunian hotel (occupancy rate) bahkan sudah menembus lebih dari 80 persen, dengan tren kunjungan wisatawan terus meningkat menjelang akhir tahun.
“Sekarang Sanur sedang bagus-bagusnya. Occupancy di atas 80 persen, tren naik terus. Sangat disayangkan kalau dirusak dengan proyek LNG, apalagi kita sedang mengembangkan konsep wellness tourism,” tegasnya.
Tokoh pariwisata yang juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial ini berharap pemerintah mempertimbangkan kembali lokasi pembangunan terminal LNG agar tidak merusak daya tarik dan keseimbangan ekologis kawasan Sanur. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya