Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Buku “Jamuan Malam” Dibedah dalam Diskusi Sastra Bulan Bahasa 2025

Marsellus Pampur • Selasa, 28 Oktober 2025 | 16:04 WIB

 

PUISI: Eirenne Pridari Sinsya Dewi menunjukkan karya buku antologi puisi
PUISI: Eirenne Pridari Sinsya Dewi menunjukkan karya buku antologi puisi

RadarBuleleng.id – Sebuah buku antologi puisi berjudul Jamuan Malam karya Eirenne Pridari Sinsya Dewi menjadi sorotan dalam diskusi sastra bertajuk “Basa Basi: Bahas Sastra, Bahas Literasi”. 

Acara berlangsung hangat di Ruang Santay Coffee & Tea, Renon, Denpasar, Sabtu (25/10/2025) malam, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bahasa 2025.

Ketua Panitia Bulan Bahasa 2025, Jeremy Albert Panjaitan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan Himasindo (Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia) Universitas Udayana. 

Tujuannya untuk memperingati hari lahir Bahasa Indonesia sekaligus mengapresiasi karya sastra yang lahir dari generasi muda.

“Semoga lewat Bulan Bahasa ini kita semakin dekat dengan dunia literasi. Tidak sekadar membaca, tapi juga memahami pesan dan makna di balik setiap karya,” ujarnya.

Diskusi yang dihadiri puluhan mahasiswa dan pecinta sastra itu juga dimeriahkan dengan penampilan Teater Cakrawala. 

Acara dipandu oleh Dian Pancawati dengan menghadirkan tiga pemantik utama, yakni sastrawan Oka Rusmini, akademisi Prof. I Gusti Sri Rwa Jayantini dari Universitas Mahasaraswati Denpasar, dan jurnalis sastra S. Priyo.

Dalam sesi diskusi, S. Priyo menilai Jamuan Malam sebagai kumpulan puisi yang kaya akan diksi dan sarat refleksi batin. 

“Karya ini menunjukkan kedalaman rasa dan kemampuan penulis dalam menata bahasa dengan cermat,” katanya.

Sementara itu, Oka Rusmini menilai karya Eirenne sebagai langkah berani dari seorang penulis muda. 

“Ini langkah berani dalam menata kesederhanaan menjadi kekuatan,” ujarnya.

Pandangan serupa juga disampaikan Prof. Gusti Sri. Ia menyebut, Eirenne adalah sosok penulis reflektif yang mampu memanfaatkan ruang perenungannya menjadi karya penuh makna.

Menanggapi hal itu, sang penulis, Eirenne Pridari Sinsya Dewi, mengungkapkan bahwa Jamuan Malam memiliki makna personal baginya.

“Buku ini adalah hadiah untuk diri saya sendiri. Puisi-puisi di dalamnya lahir dari kebiasaan saya merenung di tengah malam,” ungkap dosen Sastra Indonesia Universitas Udayana tersebut. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bulan bahasa #bahasa indonesia #mahasiswa #buku #sastra #denpasar #Antologi Puisi #diskusi #universitas udayana #literasi