Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Duh! Dua MBG di Bali Ditutup Sementara, Program Makan Bergizi Gratis Tersendat

Muhammad Basir • Jumat, 31 Oktober 2025 | 16:08 WIB

 

TUTUP SEMENTARA:  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang tutup sementara di Kabupaten Jembrana, Bali.
TUTUP SEMENTARA: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang tutup sementara di Kabupaten Jembrana, Bali.

RadarBuleleng.id - Belum genap setahun berjalan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jembrana, Bali, mulai menghadapi kendala. 

Sebanyak dua unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah itu ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena masalah administrasi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dua dapur MBG yang ditutup sejak awal pekan lalu berada di Kelurahan Baler Bale Agung dan Desa Air Kuning, Kecamatan Negara. Keduanya diketahui berada di bawah naungan yayasan yang sama.

Dasar penutupan operasional dua SPPG tersebut adalah ketidaksesuaian data administrasi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yayasan pengelola. 

Masalah administratif itu dinilai melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) SPPG yang berlaku secara nasional.

Sanksinya berupa penghentian sementara sampai proses perbaikan administrasi dan verifikasi ulang oleh pihak berwenang selesai. 

Penutupan dua SPPG tersebut berdampak langsung pada kelancaran distribusi MBG di Jembrana. 

Ribuan siswa penerima manfaat kini terpaksa menunggu hingga layanan kembali dibuka. 

SPPG Baler Bale Agung melayani 1.891 orang siswa, sedangkan SPPG Air Kuning mencakup 2.166 orang siswa.

BGN bersama Pemerintah Kabupaten Jembrana kini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap legalitas yayasan, kelengkapan administrasi, dan kesiapan operasional dua SPPG tersebut.

Sekda Jembrana, I Made Budiasa, selaku Ketua Satgas SPPG Jembrana, membenarkan adanya penutupan sementara dua unit layanan itu.

“Penutupan sementara sejak Senin (26/10/2025). Ini bukan karena ada masalah pada makanan atau kasus keracunan, tetapi murni kendala administrasi,” jelas Budiasa.

Menurutnya, berdasarkan laporan dari koordinator wilayah, penutupan dilakukan karena terdapat perbedaan data nama yayasan dengan yang tercantum di portal resmi. 

Saat ini, proses perbaikan administrasi sedang dilakukan oleh pihak yayasan agar operasional bisa segera dibuka kembali.

“Selama dua SPPG itu belum beroperasi, sekolah-sekolah yang dilayani memang belum bisa menerima MBG. Begitu administrasi rampung, layanan akan kembali berjalan normal,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #dapur #satgas #administrasi #badan gizi nasional #SPPG #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #dapur MBG #sop #BGN #npwp #keracunan #yayasan #siswa