Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Waduh! BBPOM Denpasar Temukan Terasi dan Ikan Mengandung Bahan Berbahaya di Pasar Kreneng

Marsellus Pampur • Selasa, 18 November 2025 | 21:42 WIB

 

UJI LAB: Petugas BBPOM Denpasar melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah ikan dan bahan makanan yang terindikasi mengandung bahan berbahaya.
UJI LAB: Petugas BBPOM Denpasar melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah ikan dan bahan makanan yang terindikasi mengandung bahan berbahaya.

RadarBuleleng.id — Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar memperketat pengawasan pangan di pasar tradisional yang ada di Bali. 

Dalam uji sampel yang digelar di Pasar Kreneng, Denpasar, Senin (17/11/2025) pagi, petugas menemukan sejumlah produk yang mengandung bahan berbahaya, mulai dari Rhodamin B hingga formalin.

Kepala BBPOM di Denpasar, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan, pihaknya mengambil 22 sampel dari berbagai jenis produk pangan. 

Dari jumlah itu, 8 sampel diuji formalinnya, 3 sampel diuji boraks, dan 3 sampel diuji pewarna kuning sesuai karakter produk. Hasilnya, 6 sampel dinyatakan tidak memenuhi syarat.

“Kami ambil sampel yang kami curigai saja. Dari 6 sampel, tiga yang positif formalin. Yang positif formalin ini ada di teri medan dan di cumi kering setengah basah ada dua. Yang positif Rhodamin B ada tiga yakni terasi Lombok, dan terasinya ini tanpa izin edar. Tiga sampel ini semuanya terasi,” ungkap Aryapatni.

Aryapatni menjelaskan, Rhodamin B adalah pewarna sintetis untuk pakaian, namun kerap disalahgunakan produsen nakal agar terasi tampak lebih merah. 

Aryapatni menjelaskan, terasi yang aman umumnya berwarna hitam karena tidak mengandung pewarna tambahan. Jika pun diberi warna, seharusnya menggunakan pewarna makanan yang telah dinyatakan aman.

“Terasi yang positif itu harus mendapatkan perhatian kita semua. Terasi Lombok apakah diproduksi di Lombok atau di mana. Yang jelas di Bali tidak ada produsen terasi, mungkin ini dari luar,” ujarnya.

Ia menambahkan hasil temuan akan disampaikan kepada pengelola pasar agar pengawasan lebih ketat. 

“Perlu kita sampaikan nanti kepada kepala pasar. Ini akan jadi bahan evaluasi dan ke depan lebih monitoring bersama tim dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar,” tegasnya.

Para pedagang yang kedapatan menjual produk dengan bahan berbahaya sudah diberi teguran dan diminta tidak menjual lagi barang tersebut.

Selain uji terhadap produk olahan laut dan terasi, petugas BBPOM juga memeriksa jajanan tradisional Bali yang banyak dibeli masyarakat menjelang hari raya. Hasilnya, jajanan yang biasa dipakai untuk sesajen dinyatakan aman dikonsumsi.

Kepala Pasar Unit Kreneng, I Gusti Ngurah Arya Kusuma, memastikan pihaknya akan memperketat pengawasan usai temuan BBPOM. Ia mengakui masih ada oknum pedagang yang mencoba mengelabui petugas.

“Biasanya kami diajak kucing-kucingan seperti itu. Mungkin besok kami akan turun ke lapangan berdasarkan data dari BBPOM,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #kuningan #hari raya #rhodamin B #sampel #produsen #galungan #teri medan #pangan #denpasar #CUmi #boraks #formalin #terasi