RadarBuleleng.id - Gubernur Bali, Wayan Koster berjanji untuk menyelesaikan sejumlah persoalan krusial yang masih membelit Pulau Dewata, terutama masalah kemacetan.
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Musda PHRI Provinsi Bali di Denpasar, kemarin (3/12/2025).
Menurut Koster, kemacetan kini menjadi salah satu tantangan terbesar Bali seiring meningkatnya aktivitas pariwisata dan pembangunan akomodasi.
Ia menyebut, mulai tahun 2026 pemerintah akan menggenjot pembangunan infrastruktur transportasi, termasuk jalur baru dan underpass di titik-titik macet.
“Salah satunya kemacetan. Ini harus kita atasi. Tahun 2026 kita mulai pembangunan sejumlah jalan baru dan underpass di lokasi rawan macet,” tegasnya.
Koster menyatakan proyek ini ditarget rampung sebelum masa jabatannya berakhir pada 2030.
Ia optimistis pembangunan tersebut akan memperlancar arus kendaraan, baik wisatawan maupun masyarakat lokal.
“Astungkara, sebelum 2030 sebagian besar sudah kita bangun,” ujarnya.
Selain infrastruktur jalan, Koster juga menyinggung persoalan akomodasi pariwisata ilegal dan praktik sewa villa oleh warga asing yang dinilai merugikan pemasukan daerah.
Namun, ia menegaskan fokus besar di 2026 tetap pada pengembangan infrastruktur untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Di kesempatan yang sama, Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace menyambut baik komitmen tersebut.
Ia menyebut kemacetan dan pertumbuhan akomodasi tidak terdaftar menjadi tantangan serius dalam menjaga kualitas pariwisata Bali.
“Trend kunjungan wisatawan tidak linear dengan kontribusi terhadap PAD. Ini harus dibenahi,” tegasnya.
Pembangunan jalan baru, sistem transportasi lebih tertata, dan penertiban akomodasi pariwisata diharapkan mampu memperbaiki tata ruang sekaligus menjaga daya tarik Bali sebagai destinasi wisata dunia. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya