RadarBuleleng.id - Tragedi terjadi di objek wisata Sangeh di Kabupaten Badung, Bali.
Sebuah pohon pala berukuran besar tumbang dan menimpa bangunan Bale Gong di area Pura Bukit Sari, Objek Wisata Sangeh, Rabu (3/12/2025) sekitar pukul 15.00 WITA.
Kejadian tersebut menewaskan satu orang pengelola dan membuat satu korban lainnya mengalami patah tulang.
Korban meninggal diketahui berinisial IBNS, warga Banjar Brahmana, Desa Sangeh yang juga bertugas sebagai pengelola objek wisata.
Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di bawah reruntuhan bangunan Bale Gong yang hancur tertimpa batang pohon.
Sementara itu, korban luka berinisial INR, 47, juga pengelola setempat. Dia mengalami patah tulang pada tangan kiri karena tertimpa ranting berukuran besar. Kondisinya saat ini masih dalam penanganan medis.
Kerusakan material dilaporkan cukup parah. Pohon pala milik Desa Adat Sangeh itu tidak hanya merobohkan Bale Gong, tetapi juga merusak Pelinggih Pura Pucak Bukit Sari. Estimasi kerugian material diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.
Ps. Kasubsi Penerangan Masyarakat Seksi Humas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, membenarkan kejadian tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi, Ida Bagus Putu Tarka, hujan deras disertai angin kencang mulai mengguyur wilayah Sangeh sekitar pukul 14.30 WITA.
Saat itu, Tarka bersama empat rekannya berteduh di Bale Gong. Melihat cuaca semakin buruk, Tarka dan seorang rekannya, Ketut Darmayasa, memutuskan meninggalkan lokasi.
Tidak lama setelah mereka pergi, terdengar suara dentuman keras ketika pohon pala raksasa tumbang dan menghantam bangunan tersebut.
Beberapa saat kemudian, INR muncul dengan kondisi terluka sambil memegangi bahunya.
Ia menyampaikan bahwa dirinya sempat tertimpa ranting, sementara rekannya IBNS masih berada di dalam bangunan saat pohon ambruk.
Suasana panik pun terjadi. Para saksi dan staf pengelola langsung melakukan pencarian.
Setelah menyisir area, mereka menemukan Bale Gong sudah rata dengan tanah, dan tak lama kemudian tubuh korban terlihat tertindih reruntuhan dengan bagian kaki dan tangan yang tampak dari celah puing.
Petugas Bhabinkamtibmas, BPBD Badung, Damkar, dan PLN kemudian turun ke lokasi. Listrik diputus sementara agar proses evakuasi berjalan aman.
Evakuasi berlangsung dramatis karena sebagian tubuh korban tertindih bangunan. Sekitar pukul 16.00 WITA, jenazah IBNS akhirnya berhasil diangkat dan dibawa ke RSUD Mangusada.
Aiptu Inastuti memastikan, penyebab utama insiden ini adalah hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Abiansemal sore itu.
Saat ini pengelola telah melakukan pembersihan area dan penanganan darurat.
Warga dan pelaku pariwisata diimbau tetap waspada mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut beberapa hari ke depan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya