Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

TPA Suwung Ditutup, Pemkot Denpasar Kebut Mitigasi Penanganan Sampah

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 10 Desember 2025 | 20:18 WIB

 

MENGGUNUNG: Timbunan sampah di TPA Suwung saat difoto pada akhir November lalu. Ketinggian timbunan sampah mencapai 40 meter, setara dengan ketinggian gedung 13 lantai.
MENGGUNUNG: Timbunan sampah di TPA Suwung saat difoto pada akhir November lalu. Ketinggian timbunan sampah mencapai 40 meter, setara dengan ketinggian gedung 13 lantai.

RadarBuleleng.id - Pemkot Denpasar mulai melakukan langkah mitigasi, menjelang penutupan TPA Suwung pada Selasa (23/12/2025) mendatang,

Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa menegaskan bahwa sejumlah fasilitas pengolahan sampah sudah dipacu agar bisa beroperasi maksimal sebelum batas waktu tersebut.

Menurut Agus, Pemkot telah memperluas sistem pengolahan sampah berbasis sumber melalui penyediaan teba modern, tong komposter, TPS3R, bank sampah, serta penguatan Pusat Daur Ulang (PDU) di tiga lokasi yakni Padangsambian Kaja, Kertalangu, dan Tahura.

Sebanyak sembilan unit mesin pencacah berkapasitas 30 ton per hari telah dipasang. 

“Tanggal 14 Desember mesin pencacah itu siap beroperasi,” ujarnya, Selasa (9/12/2025). 

Namun, ia mengakui bahwa total kemampuan mitigasi maksimal baru mampu menangani 500 ton sampah per hari, sementara volume sampah harian di Denpasar mencapai 1.050 ton.

“Itu maksimal kami bisa menyelesaikan sampah dengan pola yang tadi itu, hanya 500 ton per hari. Oleh karena itu akan segera dipikirkan,” jelasnya.

Pada 14 Desember nanti, Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dijadwalkan bertemu Gubernur Koster untuk menyampaikan detail kekuatan, kelemahan, dan risiko teknis apabila TPA Suwung benar-benar ditutup pada 23 Desember. 

Kadek Agus menyebut Pemkot Denpasar tidak ingin penyelesaian di satu titik malah memunculkan persoalan baru.

Ia menekankan bahwa beban penanganan sampah Denpasar dan Badung tidak bisa dipisahkan dari sektor pariwisata.

“Kunjungan wisatawan dominan menetap di Denpasar dan Badung. Apakah tidak menghasilkan sampah? Kita menghasilkan devisa, tetapi sampah juga dihasilkan wisatawan,” katanya.

“Kalau tidak salah, tujuh juta target wisatawan mancanegara akan tinggal di Denpasar dan Badung,” imbuhnya.

Karena itu, Kadek Agus berharap persoalan ini diputuskan secara bijak oleh pemangku kebijakan di tingkat provinsi. 

Menurutnya, pariwisata membawa pemasukan besar, namun juga meningkatkan volume sampah secara signifikan.

“Pak Wali akan mempresentasikan secara detail. Kekuatan yang dimiliki, kelemahan yang ada, tantangannya, serta dampak peningkatan kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Pemkot Denpasar juga mengingatkan bahaya apabila pengelolaan sampah tidak ditangani secara komprehensif. 

Kadek Agus menyebut penutupan TPA tanpa solusi menyeluruh berpotensi membuat warga membuang sampah ke sungai atau fasilitas umum.

“Kami tidak menginginkan, ketika menyelesaikan masalah di TPA Suwung, justru sungai-sungai dan fasilitas umum dipenuhi sampah rumah tangga,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa mengubah pola pikir masyarakat terkait pengelolaan sampah membutuhkan waktu panjang dan harus dilakukan secara bertahap.

Hingga kini, Pemkot Denpasar sudah menyediakan 3.220 unit teba modern, 3.595 tong komposter, dan 6.815 perangkat pengolahan sampah berbasis sumber. Selain itu ada 24 TPS3R, dan 338 bank sampah.

Seluruh sarana ini diharapkan mampu menahan lonjakan sampah apabila TPA Suwung benar-benar ditutup. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#walikota #bank sampah #komposter #daur ulang #teba modern #denpasar #Pencacah Plastik #sampah #pemkot Denpasar #tpa suwung #mitigasi #tps