Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

WNA Prancis Bikin Geger Warga Nusa Penida, Bawa Gerabah dari Kuburan

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Jumat, 26 Desember 2025 | 17:56 WIB

 

BIKIN HEBOH: Warga Negara Asing (WNA) asal Prancis berinisial PBE bikin heboh warga di Nusa Penida setelah memungut gerabah dari area pekuburan umum.
BIKIN HEBOH: Warga Negara Asing (WNA) asal Prancis berinisial PBE bikin heboh warga di Nusa Penida setelah memungut gerabah dari area pekuburan umum.

RadarBuleleng.id - Seorang warga negara asing (WNA) asal Prancis berinisial PBE, 40, sempat membuat geger warga Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Bali, pada Rabu (24/12/2025) malam. 

Pria tersebut dicurigai setelah melintas menggunakan sepeda motor di jalur menuju Pura Pucak Sari, satu-satunya akses menuju kawasan pura setempat.

Kecurigaan warga muncul lantaran PBE membawa sebuah pot tanah liat atau gerabah berukuran kecil. 

Benda tersebut lazim digunakan sebagai wadah tirta di area setra atau kuburan warga Desa Suana. 

Merasa janggal, warga kemudian menghentikan PBE dan menanyakan maksud serta tujuan melintas di jalur tersebut.

Saat dimintai keterangan, PBE mengaku pot tanah liat itu baru dibelinya dari kawasan Kintamani. 

Ia berdalih barang tersebut rencananya akan digunakan sebagai pot tanaman di kebunnya.

Baca Juga: Tanpa Kembang Api, Malam Tahun Baru di Buleleng Dimeriahkan Pagelaran Budaya dan Nasi Jinggo Gratis

Namun penjelasan tersebut tak sepenuhnya meyakinkan warga. Pot tanah liat yang dibawa terlihat sudah usang dan masih terdapat tanah yang menempel, sehingga menimbulkan dugaan kuat bahwa benda itu berasal dari area setra milik warga.

Atas dasar kecurigaan tersebut, warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Nusa Penida. 

Kasus tersebut kemudian ditangani pihak kepolisian dan dimediasi di Balai Banjar setempat dengan melibatkan unsur masyarakat dan pihak terkait.

Dalam proses mediasi, PBE akhirnya mengakui bahwa pot tanah liat tersebut memang diambil dari area kuburan warga. 

Ia mengaku bermaksud memanfaatkan gerabah bekas itu untuk ditempatkan di kebunnya.

Permasalahan kemudian diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi, sehingga situasi kembali kondusif dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Itu bukan pencurian, dia (PBE, Red) memungut gerabah tanah liat bekas upacara keagamaan, mau dipakai menanam tomat,” terang Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #gerabah #kuburan #setra #prancis #Nusa Penida #tanah liat #warga negara asing #Pura Pucak Sari #wna #pura