RadarBuleleng.id - Kementerian Pertanian (Kementan) kini berupaya menekan penyebaran penyakit kulit berbenjol atau Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak terus.
Salah satu caranya melalui penyaluran bantuan vaksin yang difokuskan untuk sapi dan kerbau di wilayah sekitar daerah terdampak.
Ternak milik warga akan divaksin guna membentuk benteng pencegahan agar penyakit tidak meluas.
Bantuan vaksin tersebut disalurkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian. Di Kabupaten Jembrana, Bali, bantuan vaksin LSD yang diterima mencapai sekitar 500 vial.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta menjelaskan, vaksin difokuskan untuk wilayah yang berdekatan dengan lokasi terdampak LSD.
Vaksinasi akan dilakukan pada sapi dan kerbau dalam radius sekitar 10 kilometer dari wilayah terdampak.
Saat ini, LSD alias cacar sapi, tercatat menyerang lima desa di satu kecamatan di Jembrana. Karena itu, desa-desa di sekitarnya menjadi prioritas vaksinasi sebagai langkah pencegahan.
“Kalau yang di dalam daerah terdampak sudah ditangani dengan penyemprotan desinfektan untuk pencegahan agar tidak menyebar ke ternak lain,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan pada Kementerian Pertanian, Hendra Wibawa menginstruksikan kepada peternak dan petugas lapangan untuk memutus mata rantai penularan cacar sapi.
“Saya minta para peternak segera melapor jika menemukan gejala benjolan pada kulit ternak. Petugas akan langsung memastikan apakah itu LSD atau penyakit kulit biasa. Jika ditemukan indikasi sakit, segera lakukan isolasi mandiri dengan memisahkan ternak tersebut dari kawanan yang sehat,” ujarnya.
Selain vaksinasi, Kementan juga meminta peternak memperhatikan kondisi kebersihan kandang untuk mengendalikan penyakit.
Cacar sapi diketahui ditularkan melalui vektor serangga seperti nyamuk dan lalat. Sanitasi kandang yang buruk akan membuat nyamuk dan lalat cepat berkembang biak.
“Pemilik ternak harus rajin membersihkan kandang agar tidak lembab, gunakan insektisida bila perlu, dan batasi lalu lintas ternak yang keluar-masuk,” tegas Hendra.
Menurutnya, vaksinasi darurat menjadi benteng perlindungan paling efektif bagi ternak sehat di sekitar wilayah tertular.
Karena itu, ia meminta tim terpadu di daerah terus melakukan edukasi kepada peternak agar pengendalian cacar sapi berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Kami minta tim terpadu di daerah terus memberikan edukasi kepada peternak agar proses pengendalian ini berjalan cepat dan tepat sasaran,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menegaskan, langkah pencegahan dan percepatan penanganan LSD merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan ekonomi peternak.
“Ini adalah salah satu upaya kita untuk mempercepat menangani menyebarnya penyakit LSD pada sapi. Jadi kolaborasi yang luar biasa hari ini, Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, dan masyarakat peternak. Semoga dengan upaya yang luar biasa ini, segera penyakit LSD ini bisa kita selesaikan,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya