Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sempat Dirawat di Buleleng, Paus Sperma Kerdil yang Terdampar di Pantai Tembles Tak Tertolong

Muhammad Basir • Jumat, 30 Januari 2026 | 07:56 WIB

 

TERDAMPAR: Paus sperma yang ditemukan terdampar di pesisir Pantai Tembles, Kabupaten Jembrana, Bali. Paus itu kini dievakuasi ke Buleleng untuk perawatan medis.
TERDAMPAR: Paus sperma yang ditemukan terdampar di pesisir Pantai Tembles, Kabupaten Jembrana, Bali. Paus itu kini dievakuasi ke Buleleng untuk perawatan medis.

RadarBuleleng.id - Paus sperma kerdil yang terdampar di pesisir Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, akhirnya tidak dapat diselamatkan. 

Mamalia laut dilindungi dengan nama latin Kogia breviceps tersebut dinyatakan mati setelah menjalani perawatan intensif oleh tim medis.

Sebelumnya, berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan oleh tim dokter hewan dari Yayasan Jaringan Satwa Indonesia (JSI)–Jakarta Animal Aid Network (JAAN). 

Paus dievakuasi ke keramba Rumah Lumba-Lumba Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, kondisinya terus menurun hingga akhirnya mati pada Rabu (28/1/2026) sore.

“Paus tidak selamat. Kondisinya lemas sekali,” ujar dokter hewan JSI, Deny Rahmadani, Kamis (29/1/2026).

Kematian paus tersebut telah dilaporkan kepada Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) serta Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) untuk penanganan lanjutan sesuai prosedur.

Usai dinyatakan mati, tim dokter melakukan nekropsi atau pembedahan guna mengetahui penyebab kematian. 

Saat pertama ditemukan, kondisi paus sudah sangat lemah dengan posisi tubuh miring ke kanan. 

Hasil nekropsi menunjukkan adanya perubahan pada organ paru-paru, ditandai warna kemerahan hingga kehitaman.

Selain itu, ditemukan busa pada paru-paru yang mengindikasikan masuknya air laut dalam jumlah besar saat paus terdampar. Kondisi tersebut menyebabkan kegagalan pernapasan dan berujung kematian.

“Dari pembedahan saluran pencernaan juga tidak ditemukan benda asing, seperti sampah plastik yang termakan paus. Tidak ada (sampah plastik). Paus juga sudah dikubur,” tegas Deny.

Terkait penyebab terdamparnya paus, Deny menyebut kemungkinan besar akibat disorientasi atau kehilangan arah. Namun, penyebab pasti disorientasi tersebut belum dapat dipastikan.

“Nekropsi hanya bisa melihat penyebab kematian dari perubahan organ pasca mati, tidak bisa melihat penyebab disorientasi. Perlu pemeriksaan komprehensif menyeluruh untuk mengetahui secara pasti penyebab paus disorientasi,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, paus sperma kerdil tersebut ditemukan terdampar di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Senin (26/1/2026). 

Warga sempat mendorong paus kembali ke laut, namun keesokan harinya paus kembali terdampar tak jauh dari lokasi awal. 

Paus kemudian dievakuasi ke fasilitas JSI di Buleleng untuk observasi dan pengobatan sebelum akhirnya dinyatakan mati. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #paus #satwa #organ #mati #penyaringan #pantai #animal #jembrana #medis #Mendoyo #keramba #sampah #paus sperma #buleleng #mamalia #dokter hewan