Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor ing Acintya. Pekerja Migran asal Jembrana Bali Meninggal Saat Merantau di Rusia. Sempat Jatuh Pingsan Ketika Bekerja

Muhammad Basir • Selasa, 17 Februari 2026 | 08:50 WIB

 

Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI)
Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI)

RadarBuleleng.id - Kabar duka datang dari Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. 

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI), Ni Made Dwi Arya Wati, 36, dilaporkan meninggal dunia di Rusia pada Sabtu (14/2/2026) waktu setempat.

Perempuan yang bekerja sebagai terapis spa di Kota Saint Petersburg itu menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit setempat. Dugaan awal, korban meninggal akibat kelelahan setelah menjalani aktivitas kerja yang padat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, menjelaskan Arya Wati terikat kontrak kerja selama tiga tahun sejak 4 Agustus 2025. 

Hingga kini, pihaknya masih menunggu dokumen resmi berupa surat keterangan kematian dari rumah sakit.

”Sementara informasi yang kami terima dari pihak keluarga memang benar seperti itu. Yang bersangkutan bekerja sebagai terapis spa. Namun untuk surat kematian resmi dari rumah sakit di sana belum kami terima,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian korban sempat mengeluhkan kelelahan karena ramainya pelanggan yang datang ke tempatnya bekerja. 

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat atau pukul 17.00 WITA. Saat korban sedang bekerja, korban sempat terduduk lalu tiba-tiba pingsan.

Rekan kerja langsung membawa korban ke rumah sakit. Namun pada pukul 16.26 waktu setempat atau 18.26 WITA, korban dinyatakan meninggal dunia.

Kabar duka tersebut diterima keluarga di Bali sekitar pukul 22.00 WITA. Dugaan sementara, korban mengalami kelelahan, terlebih saat itu disebut memasuki musim ramai pelanggan.

”Informasi awal menyebutkan korban pingsan saat bekerja dan tidak tertolong setelah dibawa ke rumah sakit,” jelas Mirah.

Sebelum insiden terjadi, korban masih sempat berkomunikasi dengan rekan-rekannya dan bahkan mengucapkan selamat Hari Valentine. 

Arya Wati diketahui telah berkeluarga dan meninggalkan dua anak, masing-masing berusia 18 dan 15 tahun.

Terkait pemulangan jenazah, Disnaker Jembrana telah berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali. 

Proses selanjutnya masih menunggu surat keterangan kematian resmi serta informasi lanjutan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #kontrak #terapis #disnaker #saint petersburg #meninggal #rusia #pelanggan #Pergung #rumah sakit #jembrana #Mendoyo #spa #pekerja migran indonesia #kerja #pmi #pingsan #tenaga kerja #duka #kelelahan