Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Koster Minta Polda Tindak Tegas Wisatawan Nakal. Ditengarai Lakukan Praktik Prostitusi Hingga Geng WNA

Eka Prasetya • Rabu, 25 Februari 2026 | 15:59 WIB

 

TINDAK WNA NAKAL: Gubernur Bali, Wayan Koster meminta Polda Bali menindak WNA nakal di Bali.
TINDAK WNA NAKAL: Gubernur Bali, Wayan Koster meminta Polda Bali menindak WNA nakal di Bali.

RadarBuleleng.id – Meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali ternyata dibarengi dengan munculnya ulah oknum wisatawan nakal. 

Mulai dari pembobolan ATM, pelanggaran lalu lintas, hingga dugaan keterlibatan jaringan narkoba, dan geng asing.

Gubernur Bali, Wayan Koster, meminta Polda Bali bertindak tegas demi menjaga citra Pulau Dewata sebagai destinasi pariwisata dunia yang aman dan nyaman.

Hal itu disampaikan Koster dalam Rapim Polda Bali Tahun 2026 yang dipimpin Kapolda Bali, Daniel Adityajaya, Selasa (24/2/2026) di Gedung Presisi Polda Bali.

Koster menegaskan, pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi Bali dengan kontribusi mencapai 66 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah pada 2024. 

Bahkan pada 2025, kunjungan wisman menembus 7,05 juta orang, meningkat dari 6,3 juta pada tahun sebelumnya.

Kontribusi devisa pun fantastis. Pada 2024, devisa pariwisata Bali mencapai Rp 167 triliun atau 53,6 persen dari total devisa pariwisata nasional sebesar Rp 312 triliun.

Namun dibalik angka tersebut, Koster menyoroti perilaku oknum wisman yang mencoreng nama Bali. Di antaranya pembobolan ATM, berkendara tanpa helm, hingga tindakan yang dinilai menodai kesucian Bali.

“Reputasi Bali sebagai pulau yang indah dan aman bisa terancam jika praktik wisman nakal ini tidak ditindak,” tegas pria asal Desa Sembiran, Buleleng itu.

Meski kasusnya disebut menurun dibanding tahun sebelumnya, Koster meminta pengawasan tetap diperketat.

Tak hanya pelanggaran ringan, tantangan keamanan juga datang dari jaringan narkoba internasional. Bahkan sempat terungkap bunker laboratorium narkoba yang diduga dikelola WNA di Bali.

Selain itu, kasus prostitusi hingga mencuatnya geng Rusia yang menculik WNA asal Ukraina turut menjadi perhatian serius.

“Kita harus membangun persepsi dan kesadaran bersama untuk mengatasi tantangan ini agar Bali tetap aman, nyaman, dan mensejahterakan masyarakat,” ujar Koster.

Koster pun berharap Kapolda Bali dan seluruh Kapolres/Kapolresta se-Bali untuk bersinergi menangani wisman nakal, narkoba, hingga judol.

Kapolda Bali, Daniel Adityajaya, menegaskan jajarannya siap mendukung dan mengamankan rencana kerja Pemerintah Daerah Tahun 2026.

Dengan lonjakan kunjungan wisatawan setiap tahun, pengawasan terhadap wisman nakal menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #judol #geng #geng rusia #destinasi #prostitusi #pembobolan atm #wisatawan mancanegara #pariwisata #narkoba #wisatawan #buleleng #ekonomi #devisa #wisman