RadarBuleleng.id – Aksi teror terhadap Kantor BPJS Kesehatan Cabang Denpasar pada Sabtu (22/2/2026) malam, hingga kini masih dalam penyelidikan intensif aparat kepolisian.
Sejumlah orang tak dikenal (OTK) dilaporkan mendatangi kantor tersebut, memasang spanduk bernada protes, hingga melempar batu ke arah bangunan.
Hingga kemarin (25/2/2026), polisi baru memeriksa dua orang saksi yang terkait dengan peristiwa tersebut.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy, membenarkan bahwa laporan insiden tersebut telah diterima dan sedang ditindaklanjuti.
“Laporannya sudah masuk, kami tindak lanjuti. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Adapun peristiwa teror itu terjadi sekitar pukul 22.00 WITA di kantor BPJS Kesehatan yang berlokasi di Jalan Raya Puputan, Denpasar Timur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, belasan orang datang dengan sepeda motor, mengenakan helm dan masker untuk menutupi identitas mereka.
Mereka kemudian memasang dua spanduk besar di pintu masuk dan keluar kantor bertuliskan “Walikota Pembohong”, sebelum melempar batu ke arah gedung.
Meski aksi tersebut sempat memicu ketegangan, pihak BPJS menyebut tidak ada kerusakan signifikan pada bangunan. Batu yang dilempar berukuran kecil dan tidak sampai memecahkan kaca.
Polisi bergerak cepat dengan mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi, termasuk batu, spanduk, serta rekaman CCTV yang terpasang di sekitar kantor.
“Ada beberapa barang bukti yang kami amankan, termasuk rekaman CCTV dan lainnya. Ini menjadi bahan untuk mengidentifikasi pelaku,” jelas Ariasandy.
Sejauh ini, dua saksi telah dimintai keterangan, termasuk petugas keamanan yang berada di lokasi saat kejadian. Namun hingga kini, identitas pelaku dan motif aksi tersebut masih dalam pendalaman.
“Pelakunya saja belum dapat, bagaimana mau memastikan motifnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Denpasar Timur, I Ketut Tomiyasa, menegaskan pihaknya masih terus memburu para pelaku. “Masih dalam penyelidikan,” katanya.
Di tengah proses hukum yang berjalan, aktivitas pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan Denpasar dipastikan tetap berlangsung normal tanpa gangguan berarti. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya