RadarBuleleng.id - Nasib Proyek Strategis Nasional (PSN) di Bali tak kunjung menemui kejelasan.
Selain proyek Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi, PSN pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan juga masih menggantung.
Rencana pembangunan yang sempat dijadwalkan mulai November 2025 kembali molor dan hingga awal Februari 2026. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa proyek akan dimulai.
Awalnya proyek ditargetkan berjalan November 2025, lalu mundur ke Februari 2026. Namun hingga kini, realisasi fisik belum terlihat di lapangan.
”Sepertinya batal lagi bulan Februari, entah kapan dimulai,” ujar Nengah Suwenia, salah satu nelayan di Pengambengan.
Menurutnya, beredar kabar proses lelang harus diulang karena ada sejumlah persyaratan administrasi yang belum terpenuhi. Meski demikian, ia mendengar proyek tetap berlanjut, hanya waktunya kembali mundur.
”Kalau proyek kabarnya tetap lanjut. Tapi cuma waktu mundur lagi, lelang kabarnya diulang,” imbuhnya.
Nelayan berharap besar proyek ini segera terealisasi. Pasalnya, kondisi pelabuhan saat ini dinilai memerlukan pembenahan menyeluruh.
Salah satu persoalan mendesak adalah pendangkalan akses pintu masuk ke kolam labuh yang menghambat keluar-masuk kapal, serta infrastruktur kawasan pelabuhan yang sudah membutuhkan perbaikan total.
Kepala Sub Bagian Umum PPN Pengambengan, Lukman Hadi, saat dikonfirmasi memastikan proyek tetap berjalan. Hanya saja, proses tender masih berlangsung dan belum ada pemenang.
”Sementara ini masih on progres tender yang sudah berjalan. Belum ada pemenang,” tegasnya.
Diketahui, pengembangan PPN Pengambengan masuk dalam daftar PSN dengan pendanaan pinjaman luar negeri dari Islamic Development Bank senilai lebih dari Rp 1 triliun. Mega proyek ini ditarget rampung pada 2028.
Untuk tahun anggaran 2025, dana sebesar Rp 255 miliar telah masuk dalam DIPA dari total kebutuhan Rp 1,25 triliun.
Proyek yang dirancang sejak 2023 itu akan memperluas area pelabuhan dari 13,5 hektare menjadi 60 hektare. Kapasitas kapal ditarget meningkat dari sekitar 500 unit menjadi 1.500 unit.
Produksi perikanan diproyeksikan melonjak dari 12.304 ton menjadi 80.000 ton per tahun, dengan nilai produksi mencapai Rp 3,2 triliun per tahun.
Selain itu, pengembangan ini diperkirakan mampu menyerap hingga 55.000 tenaga kerja dengan perputaran uang harian mencapai Rp 32 miliar.
PPN Pengambengan juga dirancang menjadi pelabuhan perikanan bertaraf internasional, seiring perubahan fungsi Pelabuhan Benoa menjadi pelabuhan umum.
Sedangkan nelayan tradisional Jembrana hanya mendapatkan kuota sekitar 35 persen di pelabuhan tersebut. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya