Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Diterjang Angin Kencang di Selat Bali, Empat Perahu Nelayan Terbalik

Muhammad Basir • Jumat, 6 Maret 2026 | 07:50 WIB

CEK PERAHU: BPBD Jembrana mendatangi lokasi untuk mengecek perahu nelayan Jembrana yang rusak akibat terhempas gelombang di selat Bali.
CEK PERAHU: BPBD Jembrana mendatangi lokasi untuk mengecek perahu nelayan Jembrana yang rusak akibat terhempas gelombang di selat Bali.

RadarBuleleng.id - Cuaca buruk berupa hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Jembrana, Bali, pada Rabu (4/3/2026) malam, menyebabkan empat perahu nelayan terbalik di perairan Selat Bali. 

Meski sempat terombang-ambing di tengah laut, seluruh nelayan dilaporkan selamat tanpa korban jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra menjelaskan, insiden tersebut terjadi saat nelayan sedang melaut ketika cuaca tiba-tiba memburuk.

”Perahu nelayan diterpa angin kencang hingga terbalik,” jelasnya, Kamis (5/3/2026).

Berdasarkan keterangan nelayan, peristiwa itu bermula saat sejumlah nelayan asal Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, melaut di perairan sekitar Rambut Siwi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo. 

Sekitar pukul 23.00 WITA, angin kencang tiba-tiba datang disertai hujan deras hingga menyebabkan perahu mengalami kerusakan bahkan terbalik.

Hasil kaji cepat BPBD mencatat empat nelayan bersama empat perahu terdampak dalam kejadian tersebut. Beruntung, para nelayan berhasil diselamatkan oleh nelayan lain yang berada di sekitar lokasi.

”Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Seluruh nelayan yang berada di laut berhasil diselamatkan oleh nelayan lain yang berada di sekitar lokasi,” ujarnya.

Sejumlah nelayan yang dilaporkan mengalami kerugian diantaranya Muhajirin, Mishud, Saiful Bahri, dan Madolah. Selain itu, satu kelompok nelayan asal Pengambengan juga terdampak dan masih dalam proses pendataan.

Kerusakan yang dialami para nelayan cukup bervariasi, mulai dari mesin perahu rusak, genset hilang, lampu penerangan hanyut, hingga katir perahu patah.

Nelayan Muhajirin dilaporkan mengalami kerusakan paling banyak, yakni tiga mesin perahu rusak, satu genset hilang, serta belasan lampu penerangan rusak. 

Sementara Mishud kehilangan satu genset dan sejumlah perlengkapan melaut. Saiful Bahri juga mengalami kerusakan cukup parah dengan dua mesin rusak, satu genset hilang, sembilan lampu penerangan hanyut, serta katir perahu patah.

BPBD Jembrana memastikan kondisi di lokasi kejadian kini sudah aman dan kondusif. Proses pendataan kerugian para nelayan masih terus dilakukan.

”Pendataan kerugian masih terus dilakukan,” tegasnya.

Pihak BPBD juga mengingatkan para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut, mengingat potensi perubahan cuaca di wilayah perairan Jembrana dapat terjadi secara tiba-tiba. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#nelayan #selat bali #cuaca buruk #jembrana #perahu #Mendoyo #hujan #angin kencang