Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Koster Sentil Wagub Giri Prasta, Minta Lebih Sering Pakai Mobil Listrik Ketimbang Alphard

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 27 Maret 2026 | 08:19 WIB
MOBIL LISTRIK: Mobil listrik yang menjadi mobil dinas Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta. (Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)
MOBIL LISTRIK: Mobil listrik yang menjadi mobil dinas Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta. (Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)

 

RadarBuleleng.id - Gubernur Bali, Wayan Koster, secara terbuka menyentil Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, terkait penggunaan kendaraan dinas listrik. 

Sentilan itu disampaikan di tengah dorongan penghematan bahan bakar minyak (BBM) akibat dinamika konflik global yang berpotensi mengganggu pasokan energi.

Dalam arahannya pada kegiatan percepatan pelaksanaan program pembangunan daerah Bali di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Kamis (26/3/2026), Koster menegaskan pejabat pemerintah harus menjadi teladan dalam penggunaan energi ramah lingkungan.

“Pak Wagub tolong ya, rajin-rajin pakai kendaraan listrik supaya masyarakat lihat. Kita yang mengeluarkan aturan, kita yang menerapkan kebijakan, maka kita jugalah yang harus menjadi contoh untuk menjalankan. Gunakan ini,” tegasnya di hadapan jajaran Pemprov Bali.

Pernyataan tersebut mengindikasikan masih minimnya penggunaan kendaraan listrik oleh pimpinan daerah, meski fasilitas sudah disediakan. 

Diketahui, Gubernur dan Wakil Gubernur Bali telah difasilitasi kendaraan operasional premium jenis MPV listrik merek Denza. Namun, kendaraan konvensional seperti Toyota Alphard masih kerap terlihat digunakan dalam agenda kedinasan.

Koster menegaskan, transisi energi dari BBM ke listrik harus dimulai dari level pimpinan agar menjadi contoh konkret bagi masyarakat. Terlebih, situasi geopolitik global dinilai berpotensi memicu keterbatasan pasokan BBM.

“Sekarang apalagi ada penghematan BBM karena perang di sana akan mengurangi suplai energi. Kita tidak tahu kedepannya seperti apa. Kalau tiba-tiba dibatasi penggunaan BBM, kendaraan listrik akan sangat dibutuhkan karena tidak tergantung BBM,” jelasnya.

Tak hanya menyasar Wakil Gubernur, Koster juga menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, untuk merancang skema peralihan kendaraan operasional di seluruh perangkat daerah ke kendaraan listrik.

Ia bahkan membuka opsi pembiayaan alternatif, mulai dari pembelian mandiri hingga skema cicilan melalui dukungan Perusahaan Umum Daerah (Perumda), mengingat keterbatasan anggaran daerah.

“Entah beli sendiri, nyicil atau apa. Misalnya dimodalkan nyicil, perumda suruh modalkan. Tolong dipikirkan supaya semua perangkat daerah provinsi menggunakan kendaraan listrik. Itu kan keren,” ujarnya.

Saat ini, Bali tercatat berada di posisi kedua nasional dalam penggunaan kendaraan listrik setelah Jakarta. Meski demikian, Koster menilai jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan agar visi Bali sebagai “Green Island” benar-benar terwujud.

“Jakarta nomor satu, Bali nomor dua. Tapi kita harus terus dorong. Supaya Bali benar-benar menjadi green island,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#gubernur bali #bahan bakar minyak #wayan koster #bbm #listrik #mobil listrik #giri prasta #energi