RadarBuleleng.id – Seorang nelayan asal Kabupaten Jembrana, Bali, nyaris kehilangan nyawa setelah jukung yang digunakannya mengalami kerusakan hingga tenggelam di perairan Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, Rabu (1/4/2026) malam.
Beruntung, korban berhasil diselamatkan nelayan lain setelah bertahan berjam-jam di tengah laut.
Korban diketahui bernama Suharman, 47, warga Banjar Munduk, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana.
Ia berangkat melaut seperti biasa sekitar pukul 16.30 WITA melalui pelabuhan tradisional setempat.
Insiden terjadi sekitar pukul 19.00 WITA saat korban berada di perairan Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo.
Salah satu katir jukung yang digunakannya dilaporkan patah, membuat perahu kehilangan keseimbangan hingga akhirnya tidak bisa dikendalikan.
“Korban sempat berupaya menepi agar tidak terseret ke tengah laut,” ujar Kapolsek Pekutatan, Kompol I Putu Suarmadi.
Situasi semakin genting ketika jukung korban akhirnya tenggelam. Dalam kondisi darurat, Suharman bertahan hidup dengan berpegangan pada tutup kalbok berwarna putih yang mengapung di laut.
Setelah berjuang beberapa jam, korban akhirnya ditemukan oleh nelayan yang melintas, Ahmad Saeburahman. Tanpa ragu, korban langsung dievakuasi ke atas perahu dan dibawa menuju Pantai Pangkung Jukung, Pekutatan.
Setibanya di darat, korban mendapat pertolongan dari warga dan nelayan sekitar dalam kondisi selamat. Sekitar pukul 22.35 WITA, korban kemudian dijemput oleh keponakannya, Muhus Bahtiyar.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut mengakibatkan jukung milik korban tenggelam dan hingga kini masih dalam pencarian.
“Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta. Perahu masih dalam proses pencarian,” tambah Suarmadi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya