Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Diduga Mabuk Minuman Oplosan, Dua Warga Meninggal Usai Pesta Pernikahan

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Selasa, 7 April 2026 | 17:27 WIB
GALI INFORMASI: Aparat kepolisian mendatangi rumah di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, terkait dua pria yang tewas usai mengonsumsi minuman beralkohol. (Polres Bangli)
GALI INFORMASI: Aparat kepolisian mendatangi rumah di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, terkait dua pria yang tewas usai mengonsumsi minuman beralkohol. (Polres Bangli)

 

RadarBuleleng.id - Sebanyak dua orang warga Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, dilaporkan meninggal dunia usai menghadiri acara pernikahan warga setempat. 

Keduanya diduga terkait konsumsi minuman beralkohol dalam kegiatan tersebut. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi dan uji laboratorium.

Korban masing-masing adalah Jro Artawan, 51, dan I Ketut Budi, 34. Peristiwa ini terjadi usai keduanya menghadiri resepsi pernikahan di rumah Jro Putu Pimpin pada Sabtu (28/3/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Artawan tiba di lokasi acara sekitar pukul 19.00 WITA dan bergabung bersama rekan-rekannya mengonsumsi minuman beralkohol seperti tuak dan mojito. Setelah itu, sekitar pukul 02.00 dini hari, ia memilih beristirahat di lokasi acara.

Keesokan harinya, Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 16.00 WITA, suasana resepsi mendadak gempar setelah Artawan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. 

Sebelumnya, warga melihat perubahan pada kondisi tubuh korban, termasuk warna kuku yang menghitam.

Sementara itu, korban kedua, Budi, datang ke acara yang sama pada Minggu siang sekitar pukul 11.00 WITA. Ia juga diketahui mengonsumsi minuman beralkohol bersama sejumlah tamu lainnya.

Sekitar pukul 17.00 WITA, Budi pulang dalam kondisi sempoyongan dan beristirahat di rumah kakaknya, I Wayan Kastan. Keluarga sempat mengira korban dalam kondisi mabuk akibat pengaruh alkohol biasa.

Namun, keesokan harinya, Selasa (31/3/2026) pagi, Budi ditemukan dalam kondisi lemas dan meminta pertolongan. Ia kemudian dilarikan ke RS Kasna Medika, Kecamatan Kubu, Karangasem. Sayang nyawanya tak tertolong.

“Dinyatakan meninggal pada Rabu, 1 April sekitar pukul 01.40. Selanjutnya, pihak keluarga bersama aparat desa melaporkan kejadian ini ke Polres Bangli untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Ketut Gede Ratwijaya, Selasa (7/4/2026).

Selain dua korban meninggal dunia, dilaporkan pula tiga orang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi serupa.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. 

Di antaranya botol minuman tuak, sisa arak dengan berbagai varian rasa, minuman campuran, hingga bahan tambahan seperti citric acid dan vanila. Diduga bahan tambahan itu digunakan untuk membuat minuman oplosan.

Hingga kini, aparat kepolisian masih menunggu hasil autopsi dan uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti kematian kedua korban, termasuk kemungkinan adanya kandungan berbahaya dalam minuman yang dikonsumsi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #mabuk #oplosan #minuman beralkohol #songan