RadarBuleleng.id – Penanganan sampah di Kota Denpasar masih menghadapi kendala serius.
Salah satunya, belum meratanya fasilitas pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga.
Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar sebenarnya menargetkan distribusi 176.000 bag komposter untuk warga. Namun hingga saat ini, realisasinya baru mencapai sekitar 40.000 unit.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, mengakui proses pengadaan sempat mengalami hambatan. Meski demikian, pihaknya optimistis distribusi akan dipercepat dalam waktu dekat.
"Baru terealisasi 40.000 unit. Kami sempat kesulitan dalam pengadaan, namun dijanjikan pada pertengahan April ini sudah terpenuhi," terangnya.
Bag composter sendiri berfungsi untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk.
Karena distribusinya belum merata, Pemkot Denpasar masih mengandalkan truk keliling untuk mengangkut sampah warga, baik organik maupun non-organik.
Sampah organik yang terkumpul kemudian dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kertalangu dan Padang Sambian untuk dicacah dan difermentasi.
"Artinya, kami mengambil sampah organik untuk dicacah bagi masyarakat yang tidak bisa mengolahnya sendiri," jelas Jaya Negara.
Hasil pengolahan tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan kompos yang dikirim ke kawasan perkebunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung.
"Setelah dicacah dan difermentasi, bahan tersebut akan ditanam di area perkebunan Pusat Kebudayaan Bali," tambahnya.
Untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah, Pemkot Denpasar juga terus menambah infrastruktur.
Saat ini, jumlah Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, and Recycle (TPS3R) telah mencapai 25 unit, termasuk penambahan di Sidakarya dan mesin pengolah (gibrig) di Sanur Kauh.
Kapasitas pengolahan di dua lokasi tersebut masing-masing mencapai 25 ton per hari.
Bahkan, Pemkot juga tengah menunggu pengoperasian mesin baru berkapasitas besar hingga 300 ton.
Mesin ini nantinya difokuskan untuk mengolah sampah dari kawasan padat seperti kos-kosan dan rumah kontrakan yang minim lahan.
Selain itu, Pemkot Denpasar juga telah menyiapkan dukungan anggaran untuk distribusi hasil komposter ke Klungkung, termasuk penyediaan armada truk dan alat berat di lokasi perkebunan PKB.
"Dukungan kami berupa pengiriman bahan komposter. Sudah disiapkan lubang, bahan ditaruh, lalu diurug hingga menjadi pupuk untuk mendukung perkebunan di Pusat Kebudayaan," pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya