Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dua Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan di Mangrove Benoa. Diduga Dianiaya dan Dibakar

I Wayan Widyantara • Jumat, 10 April 2026 | 13:44 WIB
GARIS POLISI: TKP penemuan dua jenazah pria yang diduga menjadi korban penganiayaan di kawasan Jalan Raya Pelabuhan Benoa. (I Wayan Widyantara/Radar Bali)
GARIS POLISI: TKP penemuan dua jenazah pria yang diduga menjadi korban penganiayaan di kawasan Jalan Raya Pelabuhan Benoa. (I Wayan Widyantara/Radar Bali)

 

RadarBuleleng.id – Warga di sekitar kawasan Pelabuhan Benoa dibuat heboh dengan penemuan dua jenazah pria, dalam kondisi mengenaskan.

Kedua jenazah itu ditemukan pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 04.30WITA, di area hutan mangrove, tepatnya di Jalan Raya Pelabuhan Benoa.

Saat ditemukan, kedua jenazah tergeletak terlentang di atas tanah berlumpur, di tengah rimbunnya vegetasi mangrove. 

Salah satu korban masih mengenakan pakaian, sedangkan korban lainnya tanpa baju. Posisi keduanya berdekatan.

Selain terdapat dugaan tanda-tanda penganiayaan, pada tubuh korban juga ditemukan luka bakar yang diduga disengaja. 

Diduga kuat kedua orang tersebut sebelumnya sempat mengonsumsi minuman beralkohol dengan seorang lainnya. 

Ketika minuman habis, satu orang meninggalkan kedua pria tersebut. Namun saat kembali, keduanya ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke RS Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Berdasarkan data sementara dari BPBD Denpasar, salah satu korban diketahui bernama Hisam Adnan, 29, kelahiran Semarang, 14 Mei 1996. Sementara satu korban lainnya masih belum teridentifikasi dan untuk sementara disebut sebagai Mr. X.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Agus Riwayanto Diputra, membenarkan temuan tersebut. 

”Iya, sementara dugaan penemuan dua jenazah dapat kami konfirmasi ditemukan sekitar pukul setengah lima lebih subuh tadi. Saat ini gabungan tim Polresta Denpasar dan Polda Bali menindaklanjuti lebih lanjut,” ujarnya.

Ia menyebut identitas kedua korban masih dalam proses pendataan. Agus mengakui ada indikasi bahwa kedua jenazah itu tewas akibat penganiayaan.

”Untuk sementara, ada dugaan penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia. Analisa awal, mayat ini dianiaya lebih dahulu sehingga meninggal dunia,” jelasnya.

Terkait luka bakar pada tubuh korban, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis. 

”Apakah luka bakarnya serius dan menyebabkan kematian, kami masih menunggu keterangan dari dokter,” katanya.

Polisi juga belum memastikan status korban, apakah merupakan anak buah kapal (ABK) atau masyarakat umum. 

”Kemungkinan bisa ABK, masih belum tahu. Dugaan awal bisa masyarakat atau bisa ABK,” tambahnya.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya sepatu, dua pasang sandal, pecahan botol bir, dua topi, gunting, masker, dompet, charger, dua unit ponsel, jam tangan, parfum, anting, serta pecahan kayu. 

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap kronologi pasti serta motif di balik dugaan penganiayaan yang berujung maut tersebut. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#penganiayaan #abk #pelabuhan benoa #polresta denpasar #jenazah