Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kawanan Lebah Serbu Tol Bali Mandara, Ini Penjelasan BKSDA Bali

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 20 April 2026 | 06:53 WIB
BIKIN KHAWATIR: Sejumlah pengendara sepeda motor berhenti di Jalan Tol Bali Mandara, karena khawatir tersengat kawanan lebah yang beterbangan. (Radar Bali)
BIKIN KHAWATIR: Sejumlah pengendara sepeda motor berhenti di Jalan Tol Bali Mandara, karena khawatir tersengat kawanan lebah yang beterbangan. (Radar Bali)

 

RadarBuleleng.id - Fenomena tak biasa terjadi di Jalan Tol Bali Mandara, pada Sabtu (19/4/2026) lalu. 

Kawanan lebah dalam jumlah besar terlihat beterbangan di sepanjang jalur tol dan sempat membuat pengguna jalan waswas.

Meski memicu kekhawatiran, Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali memastikan tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Lebah yang terlihat pun tidak menunjukkan perilaku agresif.

Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan peristiwa alami yang berkaitan dengan perpindahan koloni lebah.

“Fenomena ini merupakan kejadian alami yang berkaitan dengan perilaku biologis serangga, khususnya dalam proses perpindahan koloni,” ujarnya.

Secara ilmiah, lebah merupakan serangga sosial yang sangat dipengaruhi kondisi lingkungan. 

Perubahan cuaca, suhu, hingga kelembaban dapat memicu koloni berpindah untuk mencari habitat baru yang lebih sesuai.

Proses yang dikenal sebagai swarming ini umumnya terjadi ketika koloni berkembang dan membutuhkan ruang baru, atau saat habitat lama tidak lagi mendukung.

Fenomena ini juga telah dikaji bersama akademisi dari Universitas Udayana, termasuk Prof. Ni Luh Putu Eswaryanti dari Fakultas MIPA.

Hasil kajian menunjukkan, musim pancaroba dengan suhu panas dan angin kencang menjadi salah satu pemicu lebah mencari lokasi yang lebih aman. 

Apalagi, kawasan tol berada dekat dengan Tahura Ngurah Rai yang merupakan habitat alami lebah.

Struktur infrastruktur tol seperti kolong dan terowongan juga dinilai ideal sebagai tempat berlindung dari hujan dan perubahan suhu ekstrem.

“Fenomena ini bukan hal aneh, melainkan bagian dari proses adaptasi lebah terhadap perubahan lingkungan,” jelasnya.

Meski bersifat sementara, masyarakat tetap diimbau untuk waspada. Pengendara diminta tetap tenang, tidak panik, serta mengurangi kecepatan saat melintas di area terdampak.

Khusus pengendara sepeda motor, disarankan menggunakan perlengkapan pelindung lengkap. Selain itu, masyarakat diminta tidak mengganggu kawanan lebah agar tidak memicu perilaku agresif lebah. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#serangga #bali #bksda #lebah #jalan tol