RadarBuleleng.id - Kebutuhan pembangunan dermaga baru di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, kian mendesak.
Kemacetan parah hingga puluhan kilometer saat arus mudik 2026 menjadi peringatan serius agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada musim mudik 2027.
Rencana penambahan dermaga oleh PT ASDP Indonesia Ferry dinilai sebagai langkah strategis untuk mengatasi ketimpangan antara lonjakan volume kendaraan dan kapasitas layanan penyeberangan.
Apalagi, arus mudik 2027 diprediksi meningkat karena masih berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jembrana, I Wayan Sudiarta, mengungkapkan antrean kendaraan saat mudik 2026 mencapai sekitar 30 kilometer.
Kondisi tersebut dipicu keterbatasan kapasitas dermaga yang ada saat ini. Sebagai solusi, direncanakan pembangunan dermaga tambahan dengan estimasi anggaran sekitar Rp 365 miliar.
”Rencana lokasi di sisi barat terminal manuver dan terminal kargo,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Pemkab Jembrana bersama Polres Jembrana dan sejumlah pemangku kepentingan juga mematangkan persiapan dari sisi manajemen lalu lintas serta pengaturan arus penyeberangan.
Sekretaris Daerah Jembrana, I Made Budiasa, dalam rapat koordinasi dan evaluasi arus mudik beberapa waktu lalu menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut.
Ia memastikan hasil koordinasi lintas sektor akan segera ditindaklanjuti dalam forum resmi pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan menyeluruh menghadapi mudik 2027.
Kapolres Jembrana, Kadek Citra Dewi Suparwati, menegaskan bahwa kesiapan matang menjadi kunci menghadapi momentum hari raya besar yang waktunya berdekatan.
Selain penambahan dermaga, pengaturan waktu libur juga perlu diperhatikan guna mencegah penumpukan pergerakan masyarakat.
”Sinergi lintas instansi menjadi kunci utama dalam mewujudkan kelancaran arus mudik ke depan, termasuk optimalisasi buffer zone, penambahan personel, serta penguatan sistem pengamanan di pintu masuk Bali,” tegasnya.
Sementara itu, Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, membenarkan rencana penambahan dermaga tersebut.
Namun, saat ini prosesnya masih berada pada tahap feasibility study (FS) atau studi kelayakan serta evaluasi dari pihak pusat.
Menurutnya, salah satu kendala utama adalah keterbatasan lahan milik ASDP di kawasan pelabuhan.
Karena itu, opsi yang tengah dikaji adalah pemanfaatan Terminal Manuver Gilimanuk yang merupakan aset pemerintah daerah.
”Mengenai lahan masih dalam kajian,” ujarnya.
Ia menambahkan, penentuan lokasi menjadi faktor krusial agar pengembangan benar-benar efektif mengurai kepadatan.
Saat ini, pihak ASDP masih mengevaluasi sejumlah opsi, baik di dalam maupun di sekitar area operasional pelabuhan.
”Perencanaan pengembangan pelabuhan masih melihat kondisi lokasi. Kami mengecek seputaran operasional pelabuhan, termasuk area di luar pelabuhan,” jelasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya