Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor ing Acintya. Bocah 4 Tahun di Bali Ditemukan Tewas. Diduga Diterkam Anjing Liar

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Rabu, 29 April 2026 | 05:26 WIB
DUKA: Duka menyelimuti keluarga di Desa Songan, Kabupaten Bangli, Bali. Seorang bocah berusia 4 tahun ditemukan tewas, diduga akibat diterkam anjing liar. (istimewa)
DUKA: Duka menyelimuti keluarga di Desa Songan, Kabupaten Bangli, Bali. Seorang bocah berusia 4 tahun ditemukan tewas, diduga akibat diterkam anjing liar. (istimewa)

 

RadarBuleleng.id - Peristiwa memilukan terjadi di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. 

Seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun ditemukan meninggal dunia setelah mengalami luka parah yang diduga akibat gigitan anjing liar. 

Tragisnya, tidak ada satupun saksi mata, termasuk orang tua korban, yang mengetahui secara pasti kejadian tersebut.

Korban ditemukan tergeletak di depan warung milik orang tuanya dalam kondisi mengenaskan. 

Saat itu, ibu korban baru saja selesai mandi dan mendapati anaknya sudah tak berdaya. Saat ditemukan, bocah itu dikelilingi beberapa ekor anjing liar.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Bangli, dr. I Dewa Gede Oka Darsana, membenarkan insiden tersebut. 

Oka mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Senin (27/4/2026) sore. Sebelum kejadian, balita tersebut sempat bermain di depan warung usai dimandikan. Sementara itu, sang ibu masuk ke kamar mandi selama kurang lebih 10 menit.

"Sehabis mandi, ibu korban sudah melihat korban sudah tergeletak di depan warung. Saat itu sudah ada anjing di samping korban," ungkap Oka Darsana, Selasa (28/4/2026).

Saat didekati, korban ditemukan dengan sejumlah luka gigitan di bagian leher dan wajah. 

Ironisnya, ibu korban tidak mendengar teriakan maupun tangisan anaknya. Diduga, derasnya hujan saat itu menutupi suara kejadian.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kintamani V sekitar pukul 16.30 WITA untuk mendapatkan pertolongan awal, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Bangli. 

Namun setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 18.05, kondisi korban sudah sangat kritis.

"Korban datang dalam kondisi tidak sadar, nadi sangat lemah, dan mengalami henti jantung. Tim medis telah melakukan resusitasi, namun tidak ada respons," jelasnya. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.20.

Hasil pemeriksaan medis menemukan luka robek di bagian leher dan wajah, yang memicu pendarahan hebat. Diduga luka tersebut akibat gigitan anjing.

Pasca kejadian, tim dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli langsung melakukan langkah penanganan di sekitar lokasi. 

Sebanyak 9 ekor anjing liar di sekitar rumah duka telah dieliminasi sebagai upaya pencegahan penyebaran rabies.

Selain itu, petugas juga memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada warga setempat terkait bahaya rabies, termasuk pentingnya pengawasan terhadap anak-anak.

“Dilakukan eliminasi untuk mencegah potensi penyebaran. Berdasarkan keterangan keluarga dan warga, tidak dapat dipastikan anjing mana yang menggigit, sehingga tidak dilakukan pengambilan sampel,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, menambahkan bahwa anjing yang dieliminasi merupakan anjing liar tanpa pemilik. Tindakan tersebut dilakukan atas permintaan masyarakat. 

Selain eliminasi, pihaknya juga melakukan vaksinasi sebagai langkah antisipasi penularan rabies.

“Dari laporan petugas di lapangan, belum ditemukan indikasi penularan rabies. Memang terdapat luka seperti gigitan, namun belum ada yang melihat secara pasti penyebabnya,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #balita #bangli #anjing liar