RadarBuleleng.id - Nama Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra, belakangan ramai diperbincangkan.
Pejabat asal Desa Pemaron, Kabupaten Buleleng, itu dikabarkan bakal direkrut sebagai Dewan Komisaris PT Bali Turtle Island Development (BTID) setelah memasuki masa pensiun.
Isu tersebut mencuat usai kehadirannya dalam sebuah kegiatan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali.
Kehadiran Dewa Indra memicu spekulasi bahwa ia tengah dipersiapkan untuk menempati jabatan strategis di kawasan tersebut.
Saat dikonfirmasi usai peringatan HUT ke-76 Satpol PP di Kantor Satpol PP Bali pada Rabu (6/5/2026), Dewa Made Indra membantah tegas kabar tersebut.
Mantan Kepala Pelaksana BPBD Bali itu menegaskan tidak ada pembahasan terkait posisi komisaris seperti yang beredar.
"Tanyakan sama mereka konteksnya apa? Saya tidak kenal dengan pemilik KEK," ujarnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa dirinya mengikuti jejak sejumlah pensiunan pejabat di lingkungan Pemprov Bali maupun Pemkot Denpasar yang sebelumnya bergabung dengan KEK Kura-Kura Bali setelah purnatugas.
"Pembicaraan selama ini tidak ada, dan kemanapun saya pergi pasti atas penugasan Pak Gubernur. Isu jadi dewan komisaris itu hanya karangan di luar saja untuk meramaikan situasi. Saya sama sekali tidak tahu, dan pemiliknya pun saya tidak tahu," tegasnya.
Dewa Indra menambahkan, kehadirannya di KEK Kura-Kura Bali murni dalam rangka tugas kedinasan.
Ia ditugaskan oleh Gubernur Bali untuk mendampingi kunjungan reses Komisi VII DPR RI yang melakukan dialog dengan pengelola kawasan.
"Ini kunjungan reses, jadi saya ditugaskan Pak Gubernur untuk hadir menerima kunjungan DPR RI. Kehadiran Pemprov itu diundang karena ada dialog Komisi VII dengan pihak KEK," tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya