RadarBuleleng.id - Sesosok pria tanpa identitas alias Mr X ditemukan meninggal dunia di kawasan Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (13/5/2026) pagi.
Jenazah ditemukan mengambang di sela-sela kapal yang bersandar tepat di depan PT Sumber Nelayan.
Penemuan jenazah tersebut langsung ditangani aparat kepolisian bersama tim SAR dan petugas identifikasi dari Polresta Denpasar.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan adanya penemuan jenazah pria tanpa identitas tersebut.
Menurutnya, laporan awal diterima dari anggota Polair Polda Bali yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan ke lokasi kejadian.
“Benar telah ditemukan seorang laki-laki dalam keadaan meninggal dunia di area Dermaga Barat Pelabuhan Benoa. Saat ini korban berstatus Mr X karena belum ditemukan identitas diri,” ujarnya.
Korban pertama kali ditemukan oleh Benidiktus Benyamin Malo, 26, karyawan bagian mesin di PT Sumber Nelayan.
Saat tiba di lokasi kerja sekitar pukul 08.00 Wita, saksi melihat tubuh seorang pria terapung di celah kapal yang tengah bersandar di dermaga.
Saat menuju kapal, ia melihat seorang laki-laki dalam keadaan terapung di celah-celah kapal. Saksi kemudian berteriak meminta tolong hingga banyak ABK berdatangan.
Setelah menerima laporan, anggota Polair Polda Bali segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Hasil pemeriksaan awal memastikan korban telah meninggal dunia saat ditemukan.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan dalam posisi telungkup dan mengapung di sela kapal.
Saat ditemukan, pria tersebut mengenakan celana jeans pendek berwarna biru dan kaos hijau tua.
Petugas juga mencatat sejumlah kondisi fisik korban, di antaranya terdapat pengelupasan pada bagian mulut serta darah yang keluar dari area mata saat proses evakuasi dilakukan.
Dari saku korban, polisi menemukan sebuah telepon genggam merek Vivo beserta sebuah charger.
Meski demikian, pemeriksaan awal oleh tim Inafis Polresta Denpasar belum menemukan adanya indikasi kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.
“Dari hasil pemeriksaan sementara oleh tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana. Namun penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab kematian,” lanjutnya.
Proses evakuasi jenazah dilakukan oleh tim SAR bersama aparat kepolisian. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, termasuk visum et repertum guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Hingga kini, polisi masih mendalami identitas korban serta penyebab pasti kematiannya. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga diimbau segera menghubungi pihak kepolisian atau RSUP Prof. Ngoerah untuk membantu proses identifikasi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya