Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sepi Penumpang, Kapal Cepat Banyuwangi–Denpasar Berhenti Beroperasi Sejak Januari 2026

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 5 Juli 2026 | 19:33 WIB
BERHENTI BEROPERASI: Kapal cepat Express Bahari saat bersandar di Pelabuhan Boom Banyuwangi. Kapal cepat yang melayani rute Banyuwangi-Denpasar itu berhenti beroperasi. (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
BERHENTI BEROPERASI: Kapal cepat Express Bahari saat bersandar di Pelabuhan Boom Banyuwangi. Kapal cepat yang melayani rute Banyuwangi-Denpasar itu berhenti beroperasi. (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)

 

RadarBuleleng.id – Kapal cepat Express Bahari yang melayani rute Banyuwangi–Denpasar ternyata tak mampu bertahan lama. 

Digadang-gadang menjadi solusi mengurai kemacetan sekaligus memangkas waktu perjalanan dari Banyuwangi ke Bali, layanan tersebut justru terhenti sejak Januari 2026 akibat minimnya jumlah penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Ketut Sriawan, membenarkan bahwa operasional kapal cepat tersebut telah dihentikan sementara karena tingkat okupansinya tidak memenuhi harapan.

“Berhenti beroperasi, padahal kapal ini berfungsi untuk mengurangi kemacetan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).

Menurut Sriawan, kapal cepat lebih banyak dimanfaatkan wisatawan. Sementara masyarakat lokal masih cenderung memilih menggunakan kendaraan pribadi karena dinilai lebih fleksibel untuk menunjang mobilitas setelah tiba di tujuan.

Meski operasional kapal telah dihentikan sejak Januari 2026, hingga kini pemerintah belum menerima pemberitahuan resmi terkait kelanjutan layanan tersebut.

“Berakhir per bulan Januari karena sepi penumpang. Untuk selanjutnya, belum ada surat secara resmi terkait kelanjutannya,” jelasnya.

Data Dinas Perhubungan menunjukkan, sejak mulai beroperasi pada Juli 2025 hingga Januari 2026, kapal cepat Express Bahari mengangkut total 2.884 penumpang dari Pelabuhan Serangan, Denpasar. 

Selama periode itu, kapal juga sempat menjalani perawatan atau docking pada Oktober 2025 sehingga tidak melayani pelayaran.

Jika ditelusuri, jumlah penumpang sempat mengalami peningkatan pada awal operasional. 

Pada Juli 2025 tercatat sebanyak 243 penumpang, kemudian naik menjadi 593 penumpang pada Agustus dan kembali meningkat menjadi 772 penumpang pada September.

Namun, setelah kembali beroperasi usai docking, jumlah penumpang justru merosot tajam. 

Pada November 2025 hanya tercatat 36 penumpang. Memasuki libur akhir tahun, jumlah pengguna kembali melonjak menjadi 825 orang pada Desember 2025, sebelum turun lagi menjadi 415 penumpang pada Januari 2026.

Sebagai informasi, Kapal Cepat Express Bahari mulai menjalani pelayaran perdana pada 23 Juli 2025. Kehadirannya saat itu diharapkan menjadi alternatif transportasi laut yang lebih cepat antara Banyuwangi dan Denpasar.

Dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam, kapal ini mampu memangkas perjalanan hingga separuhnya dibandingkan jalur darat yang umumnya memerlukan waktu sekitar lima jam.

Selama beroperasi, kapal dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Banyuwangi pukul 09.00 WITA dan tiba di Pelabuhan Serangan sekitar pukul 11.30 WITA.

Adapun tarif yang diberlakukan sebesar Rp225 ribu untuk rute Banyuwangi–Denpasar, sedangkan rute Denpasar–Banyuwangi dipatok mulai Rp 235 ribu per penumpang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #banyuwangi #kapal #kapal cepat