SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Masih banyaknya lulusan SMP di Buleleng yang kesulitan memperoleh bangku sekolah negeri mendorong munculnya usulan baru.
Wakil Ketua DPRD Bali, IGK Kresna Budi mengusulkan agar SMA atau SMK yang minim peminat dialihkan menjadi SMK Pariwisata, menyesuaikan tingginya minat pelajar terhadap sektor pariwisata.
Menurut Kresna Budi, perubahan tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus memperluas akses pendidikan bagi lulusan SMP di Kabupaten Buleleng.
"Alangkah bagusnya SMA atau SMK yang sepi peminat diubah menjadi SMK Pariwisata. Ini untuk menjawab tantangan pendidikan di Buleleng agar tidak ada lagi anak-anak yang tidak bersekolah," ujarnya, Minggu (19/7/2026).
Ia menilai tingginya minat masyarakat terhadap sekolah berbasis pariwisata merupakan hal yang wajar. Sebagai daerah tujuan wisata dunia, Bali membutuhkan banyak tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang perhotelan, pariwisata, dan industri jasa.
Karena itu, jurusan pariwisata dan perhotelan selalu menjadi pilihan utama calon siswa. Sayangnya, daya tampung sekolah negeri yang membuka jurusan tersebut belum mampu mengimbangi jumlah pendaftar yang terus meningkat setiap tahun.
Selain mengusulkan perubahan sekolah, Kresna Budi juga meminta Pemprov Bali menambah kapasitas rombongan belajar (rombel). Ia mengusulkan jumlah siswa dalam satu kelas dinaikkan dari 36 orang menjadi 40 orang.
Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi solusi jangka pendek untuk menampung lebih banyak peserta didik sekaligus mengurangi kegelisahan para orang tua yang kesulitan mendapatkan sekolah negeri bagi anak-anaknya.
"Dari yang semula satu rombel berisi 36 siswa, agar menjadi 40 siswa. Ini untuk menjawab kegelisahan orang tua dalam mencari sekolah sekaligus memaksimalkan ruang kelas yang tersedia," katanya.
Tak hanya itu, politisi asal Buleleng tersebut juga mendorong Pemprov Bali mulai memberikan subsidi kepada sekolah swasta.
Menurutnya, selama ini banyak orang tua berupaya memasukkan anak ke sekolah negeri karena terbentur biaya pendidikan di sekolah swasta.
Dengan adanya bantuan anggaran, beban biaya pendidikan di sekolah swasta diharapkan dapat berkurang sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sekolah tanpa harus bergantung pada sekolah negeri.
Di sisi lain, Kresna Budi turut mendukung pemerataan mutu pendidikan melalui kebijakan rotasi guru. Guru-guru berprestasi diusulkan ditempatkan secara bergilir ke sekolah yang kualitasnya masih tertinggal.
Langkah tersebut dinilai dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan sekaligus menghapus stigma sekolah favorit dan non favorit di Bali, termasuk di Kabupaten Buleleng. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng