RadarBuleleng.id – Gaya hidup mewah para pejabat publik kini resmi masuk dalam radar pemantauan ketat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, dalam acara "Keluarga Berintegritas 2026" di Gedung Wiswa Sabha, Kompleks Kantor Gubernur Bali, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang digagas untuk menanamkan nilai anti korupsi dari lingkup rumah tangga ini menghadirkan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Bali beserta pasangan masing-masing.
Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menyebut pola hidup konsumtif yang melampaui pendapatan resmi menjadi pemicu utama munculnya niat dan risiko korupsi.
"Gaya hidup yang melebihi penghasilan adalah salah satu penyebab utama tindak pidana korupsi. Jangan besar pasak daripada tiang. Pejabat punya kewenangan, begitu gaya hidupnya tidak seimbang dengan gaji, timbul risiko mencari celah ke sana-kemari," tegas Ibnu Basuki.
Ia menambahkan, keterlibatan pasangan, baik itu suami ataupun istri, sangat krusial sebagai benteng pertahanan pertama di rumah tangga untuk saling mengingatkan dan mengontrol pengeluaran keluarga.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyambut baik langkah KPK membenahi integritas dari hulu.
Koster membeberkan tiga area paling rawan korupsi di lingkungan birokrasi Pemprov Bali, yakni pengisian jabatan, pengadaan barang dan jasa, serta pelayanan publik.
Pejabat asal Desa Sembiran, Buleleng, ini mengklaim telah menerapkan sistem meritokrasi tanpa jual beli jabatan dalam pengisian posisi strategis. Ia pun melayangkan peringatan keras bagi jajarannya yang nekat melanggar aturan.
"Saya minta seluruh kepala dinas, badan, dan biro bisa mengelola hidup dengan baik. Kalau ada yang aneh-aneh atau nekat korupsi, langsung saya copot dari jabatannya. Sudah saya tegaskan sejak awal," ujar Koster dengan nada tegas. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali