RadarBuleleng.id – Praktik aji mumpung memanfaaatkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali mulai marak terjadi.
Di tengah ribuan warga yang harus mengantre berjam-jam di SPBU, beredar video viral aksi oknum pengendara yang diduga pengemudi ojek online (ojol) menjual bensin kemasan botol plastik bekas kepada wisatawan asing (WNA) dengan harga fantastis, mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per botol.
Dugaan transaksi komersial BBM secara ilegal tersebut terjadi di depan ruko bekas toko 7Hungry, Jalan Batu Mejan, Canggu, Kuta Utara, Badung, Rabu (14/10/2026) sore.
Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Sukadana menuturkan, aksi nekat itu pertama kali direkam oleh Nani, seorang karyawan restoran What The Fork (WTF) yang berada di sekitar lokasi kejadian.
”Saksi melihat sejumlah pengendara sepeda motor menghampiri beberapa WNA laki-laki di depan ruko, membawa botol plastik yang diduga berisi BBM, lalu menawarkannya. Saksi kemudian merekam aktivitas tersebut,” jelas Kompol Sukadana, Kamis (15/10/2026).
Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat salah seorang pengendara Honda PCX berwarna merah mengoper dua botol plastik berisi cairan BBM kepada seorang turis asing usai menerima uang pecahan Rp 100 ribu.
Beberapa pengendara lain yang diduga oknum ojol yang biasa mangkal di kawasan Canggu juga tampak siaga membawa botol serupa.
Guna mengidentifikasi identitas para pelaku serta kendaraan yang digunakan, tim penyidik Polsek Kuta Utara kini menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Badung yang terpasang di sekitar kawasan Canggu.
”Kasus ini menjadi perhatian serius kami karena terjadi di tengah situasi masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM. Penyelidikan masih berjalan untuk memastikan dugaan pelanggaran hukum dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat,” tegas Kompol Sukadana.
Fenomena penjualan BBM botolan dengan harga mencekik di kawasan wisata tersebut mendapat sorotan tajam dari Pemerintah Provinsi Bali.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) Provinsi Bali, IB Setiawan, menyayangkan ulah oknum warga yang memanfaatkan penderitaan publik demi meraup keuntungan pribadi.
Ia khawatir praktik pelemparan harga BBM yang tak wajar kepada wisatawan asing ini dapat merusak citra pariwisata Bali di mata dunia.
”Kami telah berkoordinasi langsung dengan aparat penegak hukum untuk menyikapi dan menindak tegas hal tersebut,” ujar IB Setiawan, Kamis (15/10/2026).
Guna mencegah munculnya spekulan dan penimbun BBM instan, Setiawan menegaskan bahwa regulasi penyaluran BBM di SPBU saat ini diprioritaskan langsung ke tangki kendaraan konsumen dan secara tegas melarang pengisian menggunakan jeriken.
Selain itu, ia meminta masyarakat untuk bijak dan tidak melakukan *panic buying* dengan mengisi tangki kendaraan secara berlebihan.
”Masyarakat diimbau membeli BBM secara proporsional. Terutama untuk kendaraan dengan kapasitas tangki besar, mohon disesuaikan. Sebab jika semua langsung mengisi penuh, pengguna kendaraan lain yang benar-benar membutuhkan tidak akan kebagian,” pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya