Imbas Kelangkaan BBM di Bali: Warga Nusa Penida Bawa Bensin di Botol dan Tas Saat Naik Boat

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:30 WIB
AMANKAN BBM: BBM yang dibawa warga dari Nusa Penida menuju Bali daratan. BBM tersebut disita polisi, karena rawan terbakar dan membahayakan pelayaran. (Polsek Nusa Penida)
AMANKAN BBM: BBM yang dibawa warga dari Nusa Penida menuju Bali daratan. BBM tersebut disita polisi, karena rawan terbakar dan membahayakan pelayaran. (Polsek Nusa Penida)

 

RadarBuleleng.id – Fenomena unik sekaligus membahayakan terjadi di Pelabuhan Segitiga Emas Sampalan, Nusa Penida, Klungkung, Kamis (15/10/2026). 

Dampak kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tengah melanda wilayah Bali daratan memicu kekhawatiran warga perantauan, hingga nekad membawa bekal bensin saat hendak menyeberang kembali ke kota.

Aksi tersebut terungkap saat personel Polsubsektor Kawasan Pelabuhan Sampalan bersama Unit Resintel Polsek Nusa Penida menggelar razia keselamatan penumpang fast boat. 

Hasilnya, petugas menyita lebih dari 80 liter BBM yang dikemas dalam botol air mineral ukuran 1,5 liter hingga jeriken 5 liter yang disimpan di dalam tas maupun barang bawaan penumpang.

Momen arus balik penyeberangan ini terjadi bertepatan usai pelaksanaan piodalan di sejumlah pura di Kecamatan Nusa Penida pada hari Buda Cemeng Klawu, Rabu (14/10/2026). 

Banyak warga lokal yang merantau di Bali daratan pulang kampung untuk bersembahyang, dan mulai kembali ke perantauan pada Kamis (15/10/2026).

Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, menjelaskan bahwa penertiban dilakukan lantaran membawa BBM cair di atas kapal cepat sangat membahayakan keselamatan pelayaran.

”BBM merupakan bahan yang sangat mudah terbakar dan berisiko tinggi memicu kebakaran serta mengancam keselamatan seluruh penumpang maupun awak kapal. Oleh karena itu, kami melakukan penyisiran ketat terhadap penumpang yang diduga membawa BBM,” ujar Kompol Kesuma Jaya, Kamis (15/10/2026).

Para penumpang mengaku membawa BBM dengan alasan terdesak. Mereka mengaku tangki sepeda motor mereka di Bali daratan dalam kondisi menipis, sementara krisis BBM di Bali daratan membuat warga sangat kesulitan mendapatkan bahan bakar di SPBU. 

Alhasil, mereka berinisiatif membawa 1 hingga 2 botol bensin dari kepulauan Nusa Penida untuk cadangan kendaraan pribadi di kota.

Meski memahami kesulitan warga, kepolisian tetap mengambil tindakan tegas dengan menyita seluruh jeriken dan botol berisi bensin demi menegakkan aturan keselamatan pelayaran laut.

”BBM yang mereka bawa terpaksa kami amankan. Kami himbau agar keluarganya di Nusa Penida mengambil lagi ke kantor,” jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali
Berita Klungkung Hari Ini Kelangkaan BBM Bali Arus Balik Nusa Penida polsek nusa penida pelabuhan sampalan