Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Rapat Pemekaran Desa Adat di Buleleng Berujung Duka: Seorang Warga Mendadak Tumbang Lalu Meninggal

Eka Prasetya • Rabu, 4 September 2024 | 21:13 WIB

 

TAK SADARKAN DIRI: Pol PP dan TNI membawa warga yang mendadak tidak sadarkan diri saat rapat mediasi pemekaran Desa Adat Tamblingan.
TAK SADARKAN DIRI: Pol PP dan TNI membawa warga yang mendadak tidak sadarkan diri saat rapat mediasi pemekaran Desa Adat Tamblingan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Rapat mediasi pemekaran Desa Adat Tamblingan, Kecamatan Banjar, Buleleng, yang berlangsung pada Rabu (4/9/2024), mendadak tegang.

Penyebabnya, seorang peserta rapat mendadak tumbang ketika rapat tengah berlangsung. Dia sempat dilarikan ke puskesmas, namun dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa itu bermula saat rapat mediasi pemekaran Desa Adat Tamblingan yang berlangsung di Kantor Perbekel Munduk pada Rabu pagi.

Baca Juga: Lapor Pak! Polres Buleleng Hijaukan Danau Tamblingan

Rapat itu mempertemukan pihak Desa Adat Munduk yang menolak pemekaran, dengan pihak Desa Adat Tamblingan yang menuntut pemekaran.

Rapat juga dihadiri unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) di Kecamatan Banjar. Baik itu Camat, Kapolsek, maupun Komandan Koramil.

Semula rapat berlangsung cukup landai. Para pihak, baik itu dari Desa Adat Munduk, maupun Desa Adat Tamblingan mendapat kesempatan bicara.

Salah satu warga dari pihak Desa Adat Tamblingan, Wayan  Suartana, 56, mendapat kesempatan bicara.

Dia pun sempat menyampaikan  sejumlah pandangan. Sekitar 10 menit berbicara, tiba-tiba ia terlihat mematung lalu mendadak lemas.

“Tangannya itu mendadak mengepal, lalu lemas. Sempat dibantu duduk, lalu dari Pak Dandim membantu dan diajak sama Pol PP ke Puskesmas di Banyuatis,” kata Perbekel Munduk, Nengah Sudirta.

Baca Juga: Modus Penipuan Kian Marak. Modus Baru, Undangan Rapat via WhatsApp. Menyasar Pejabat di Buleleng

Setelah sempat menjalani pemeriksaan di Puskesmas Banjar II di Desa Banyuatis, Wayan Suartana dinyatakan meninggal dunia.

Rencananya jenazah Suartana akan dibawa ke rumah duka yang terletak di Banjar Dinas Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar.

Lebih lanjut Suartana mengatakan, warga tersebut diketahui memiliki riwayat sakit jantung. Diduga penyakitnya kumat saat sedang rapat.

“Menurut teman-temannya memang ada riwayat jantung. Sebenarnya rapatnya landai, tidak ada tegang. Tapi ini tiba-tiba penyakitnya kumat,” jelasnya.

Hal serupa diungkapkan Camat Banjar, Made Mardika. Menurut Mardika, korban disebut punya penyakit jantung.

“Kolaps waktu sedang rapat mediasi. Meninggalnya di puskesmas,” kata Mardika. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#serangan jantung #tamblingan #munduk #pemekaran #Desa adat #buleleng #rapat