SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Keunikan Desa Pedawa di Kecamatan Banjar, Buleleng, menarik perhatian para mahasiswa dari Jepang.
Buktinya, belasan mahasiswa dan dosen dari Universitas Tokyo, Jepang, berkunjung ke Pondok Literasi Sabih (PLS) Desa Pedawa.
Kedatangan mereka ke Pedawa bukan semata-mata melakukan darmawisata. Melainkan mempelajari seni dan budaya di Desa Pedawa yang dinilai unik.
Founder Pondok Literasi Selabih Pedawa, I Wayan Sadnyana mengatakan, kehadiran para akademisi dari Jepang itu merupakan sebuah kolaborasi.
Pihaknya mendampingi para akademisi mempelajari keunikan adat dan budaya di Desa Pedawa. Sehingga bisa menjadi salah satu bahan penelitian.
Di satu sisi, para akademisi itu juga membantu anak muda di Desa Pedawa mempelajari Bahasa Jepang. Sehingga hal itu dianggap sebagai simbiosis mutualisme.
“Kedatangan mahasiswa universitas Toyo ke PLS terselenggara berkat kerjasama dengan Jaringan Ekowisata Desa (JED). Di JED ini kami bergerak mengembangkan ekowisata yang berbasis masyarakat dan kebudayaan,” terang Sadnyana yang juda dosen Undiksha Singaraja ini.
Menurutnya kolaborasi itu sudah berlangsung sejak 2018 silam. Mahasiswa dari Universitas Ohka Gakuen, Universitas Iwate, dan sejumlah siswa SMP dan SMA dari kota Hita Jepang sepat berkunjung ke desa tersebut.
Asal tahu saja, Desa Pedawa merupakan salah satu Desa Bali aga di Buleleng. Desa ini memiliki keunikan khasanah adat istiadat. Mulai dari tarian sakral, bentuk rumah adat, kehidupan keseharian, hingga permainan tradisional yang unik. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya