SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Para tokoh masyarakat, tokoh adat, serta elemen masyarakat di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, mendeklarasikan diri sebagai desa bersih narkoba.
Deklarasi itu dilakukan dalam agenda “Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum serta Bahaya Narkoba” yang digelar Polres Buleleng, di Balai Pegebagan, Desa Sidetapa, belum lama ini.
Agenda sosialisasi itu dihadiri Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, serta Komandan Kodim 1609/Buleleng, Letkol Kav Angga Nurdyana.
Agenda tersebut dihadiri para tokoh masyarakat, perangkat desa, tokoh adat, Karang Taruna, Sekaa Truna-Truni, Linmas, serta para siswa di Sidetapa.
Perbekel Sidetapa, I Made Sutama mengatakan, pihaknya bersama seluruh lapisan masyarakat siap bersatu membangun Desa yang Bersih dari Narkoba alias Desa Bersinar.
"Perang terhadap narkoba dimulai dari diri sendiri, keluarga, lalu lingkungan. Ini harus menjadi tekad bersama," tegasnya.
Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi dalam paparannya mengungkap fakta mengkhawatirkan terkait kasus narkoba di Buleleng.
Menurutnya, sepanjang 2024 hingga Maret 2025, tercatat ada 198 tersangka kasus narkoba di Buleleng. Mirisnya sebanyak 28 orang diantaranya berasal dari Sidetapa.
“Angka ini menjadi alarm penting akan perlunya edukasi menyeluruh dan keterlibatan semua pihak,” kata Widwan.
Widwan menyatakan, narkoba tak hanya merusak tubuh dan masa depan individu. Tapi juga menghancurkan keluarga dan merusak struktur sosial.
Menurutnya, polisi dan aparat desa akan berkolaborasi dalam penanggulangan narkoba di Desa Sidetapa.
Upaya penanggulangan itu dilakukan lewat pencegahan dan edukasi lewat sosialisasi bahaya narkoba secara rutin ke sekolah dan komunitas.
Selain itu memberdayakan masyarakat melalui pelatihan kader anti-narkoba, serta kegiatan seni, olahraga, dan kewirausahaan sebagai wadah kreativitas.
Terakhir, melakukan rehabilitasi dan pendampingan lewat upaya menyediakan akses layanan konseling dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan.
Lebih lanjut Widwan mengatakan, keterlibatan aktif desa juga sangat krusial. Ia mendorong agar desa dinas dan desa adat berkolaborasi dalam pencegahan narkoba.
Salah satunya dengan cara membentuk awig-awig atau perarem anti narkoba sebagai sanksi adat. Pembentukan satgas anti narkoba berbasis desa adat, serta program pelestarian budaya dan ekonomi sebagai langkah pencegahan.
Sementara itu, Komandan Kodim 1609/Buleleng, Lektol Kav Angga Nurdyana menyatakan, Desa Sidetapa merupakan Desa Bali Aga yang memiliki nilai luhur.
"Dengan sinergi masyarakat dan aparat, Sidatapa bisa menjadi desa wisata yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba," ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya