BANJAR, RadarBuleleng.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan di Kabupaten Buleleng, pada Senin (19/5/2025).
Salah satu sekolah yang menerima program tersebut adalah SMAN 2 Banjar (Smandar). Siswa pun antusias menikmati menu yang disediakan.
Khusus di Smandar saja, ada 508 orang siswa dari kelas X dan XI menjadi penerima manfaat program tersebut.
Kepala SMAN 2 Banjar, Made Mahendra, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG dikelola langsung oleh tim internal sekolah, yaitu Tim MBG Smandar.
Tim tersebut sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Tim bertugas memastikan distribusi makanan berjalan lancar dan sesuai standar.
“Program MBG bukan sekadar makan gratis. Kami sisipkan pula nilai-nilai karakter dan budaya dalam pelaksanaannya,” ujar Mahendra.
Ia mencontohkan pembiasaan disiplin dan kerja sama antarsiswa, budaya menghaturkan sesajen (ngejot), doa sebelum dan sesudah makan, serta penanaman pola hidup bersih dan sehat.
Ketua Tim MBG Smandar, Putu Budiasa menambahkan, pihaknya telah menyusun panduan teknis pelaksanaan MBG di sekolah, termasuk edukasi tentang tata cara makan bersama.
Sejak ditetapkan sebagai sekolah sasaran oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Banjar, berbagai persiapan langsung dilakukan.
Mulai dari koordinasi awal dengan pihak SPPG, sosialisasi kepada siswa, hingga pengarahan kepada seluruh guru dan pegawai sekolah. Tim MBG juga menyiapkan administrasi dan menyusun pedoman pelaksanaan.
Untuk memastikan makanan yang disajikan aman dan sesuai kebutuhan siswa, dilakukan survei melalui angket.
Survei ini menggali informasi mengenai kondisi kesehatan siswa, seperti alergi, intoleransi, fobia makanan, hingga pola makan vegetarian.
Menariknya, banyak siswa dalam angket tersebut menyampaikan harapan agar menu MBG dibuat bervariasi dan tidak membosankan.
Para siswa juga berharap agar program tersebut berlangsung secara berkelanjutan. Sehingga bisa mengurangi pengeluaran uang jajan.
Siswa juga berharap agar porsi makanan bisa ditambah. “Harapannya porsi makan bisa ditambah dan menu lebih variatif,” ungkap Suci, salah seorang siswa.
Sementara itu Kepala SPPG Kecamatan Banjar, Rusdianto mengatakan, untuk tahap awal ada 15 sekolah yang menerima program MBG di Buleleng. Yakni 5 sekolah TK, 9 SD, dan satu SMA.
Sekolah-sekolah itu tersebar di Desa Banjar Tegeha, Desa Banjar, dan Desa Dencarik. Semuanya di Kecamatan Banjar. Total siswa yang mendapat MBG sebanyak 1.844 orang siswa.
Menurut Rusdianto, dengan jumlah sebanyak itu, ada permintaan khusus dari sejumlah siswa. Karena alasan alergi dan kondisi lain.
“Ada siswa yang punya alergi tertentu, ada yang vegetarian, dan tidak makan nasi. Khusus yang tidak makan nasi, asupan karbohidrat kami ganti dengan kentang,” ujarnya.
Harapannya program MBG mampu meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar siswa melalui asupan gizi yang seimbang. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya