SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Perselisihan sepele berujung aksi kekerasan terjadi di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.
Ironisnya, insiden dugaan penganiayaan ini melibatkan dua orang yang masih memiliki hubungan keluarga sebagai sepupu.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (25/3/2026) lalu sekitar pukul 20.00 WITA di Jalan Raya Seririt-Denpasar, tepatnya di depan Setra Desa Adat Munduk, dekat perbatasan dengan Desa Banyuatis.
Korban diketahui berinisial KMPU, 18 tahun, warga setempat.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, atas seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, mengungkapkan bahwa insiden ini dipicu kesalahpahaman terkait ajakan pendakian gunung.
“Dugaan penganiayaan ini dipicu kesalahpahaman pribadi. Terduga pelaku merasa tersinggung karena tidak diajak mendaki gunung, lalu menantang korban untuk bertemu dan berkelahi melalui pesan WhatsApp,” jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu (29/3/2026).
Menerima tantangan tersebut, korban lebih dulu datang ke lokasi yang telah disepakati. Tak lama berselang, terduga pelaku tiba bersama seorang pria lain yang tidak dikenal korban.
Situasi langsung memanas. Tanpa banyak bicara, terduga pelaku disebut turun dari sepeda motor dan langsung melayangkan pukulan serta tendangan bertubi-tubi ke arah korban.
Akibat serangan itu, korban mengalami luka di bagian wajah dan harus mendapatkan penanganan medis di RSU Santhi Graha setelah dibawa oleh orang tuanya.
Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjar pada Jumat (27/3/2026). Kini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian.
Dalam laporan polisi tersebut, pelapor tidak mencantumkan identitas terduga pelaku. Namun pelapor menyebut bila korban dan pelaku masih punya hubungan keluarga.
“Kasus saat ini sedang ditangani oleh Polsek Banjar Polres Buleleng untuk pendalaman dan proses penyelidikan lebih lanjut,” tegas Yohana. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya